• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 Agustus 2022

Metropolis

Pembelajaran Tatap Muka Sebaiknya Dibuka di Daerah Zona Kuning

Pembelajaran Tatap Muka Sebaiknya Dibuka di Daerah Zona Kuning
Foto: Kemendikbud.go.id
Foto: Kemendikbud.go.id

Surabaya, NU Online Jatim

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek), Nadiem Makarim yang mengatakan pembelajaran tatap muka tetap akan digelar pada Juli 2021. Mendikbud beralasan dengan kebijakan prioritas vaksin untuk para guru, sudah waktunya pembelajaran kembali dilakukan di sekolah.

 

Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif PBNU, Arifin Junaidi mengusulkan sekolah tatap muka pada Juli 2021 mendatang digelar di daerah zona kuning dan hijau penyebaran Covid-19.

 

"Sejak pembukaan tahun ajaran 2020/2021 LP Ma'arif NU PBNU sudah mengusulkan agar dibuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM), dengan syarat antara lain sekolah tersebut berada di zona hijau dan kuning," kata Arifin Junaidi, Senin (07/06/2021) dilansir NU Online.

 

H Arifin Junaidi menjelaskan, selain dengan syarat sekolah tersebut berada di zona hijau dan kuning; PTM sebaiknya dilaksanakan 50 persen dari kapasitas kelas dan selebihnya tetap pembelajaran jarak jauh (PJJ).

 

Kemudian, tatap muka dilaksanakan dengan shifting yakni harinya bergantian untuk 50 persen murid lainnya; PTM tetap menerapkan prokes (protokol kesehatan) yang ketat.

 

"Karena itu pemerintah harus membantu sarpras untuk prokes, baik sekolah negeri maupun swasta," tegas Kiai Arjuna panggilan akrab H Arifin Junaidi.

 

Tidak hanya itu, Kiai Arjuna menyampaikan bahwa pelaksanaan PTM di sekolah yang seluruh tenaga didik dan kependidikan telah divaksinasi.

 

"LP Ma’arif NU PBNU meminta pemerintah sebagaimana pernyataan Menteri Pendidikan Kebudayan dan Ristek RI terkait kebijakan prioritas Vaksin bagi guru dan tenaga kependidikan harus segera dituntaskan vaksinasinya," imbunya.

 

Menurutnya, pembelajaran tatap muka di sekolah/madrasah sudah seharusnya dilakukan. Hal tersebut berdasarkan evaluasi, PJJ selama pandemi Covid-19, tidak berjalan efektif sebagai bagian dari proses pendidikan.

 

"Dalam ranah kognitif saja, PJJ tak bisa berlangsung dengan baik, apalagi dalam ranah psikomotorik. Banyak sekolah dan madrasah yang tak dapat melaksanakan praktikum dan preaktek baik (karakter) di lingkungan sekolah dan madrasah," kata Kiai Arjun.

 

 

Sementara itu, dalam ranah afektif PJJ tak dapat mewujudkan tujuan pendidikan. TIK tak dapat menggantikan guru, lebih-lebih untuk pengembangan afeksi untuk anak didik.

 

"Hal ini diakui Kemendikbud sejak awal sehingga Kemendikbud tidak menuntut ketuntasan kurikulum dalam PJJ," ungkapnya.


Editor:

Metropolis Terbaru