• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Metropolis

Rijalul Ansor Sidoarjo Ngaji Kitab di Makam Mbah Rahmad Syamsuddin

Rijalul Ansor Sidoarjo Ngaji Kitab di Makam Mbah Rahmad Syamsuddin
MDSRA PC GP Ansor Sidoarjo saat ngaji kitab Bidayatul Hidayah di makam Mbah Rahmat Syamsuddin, Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi. (Foto: NOJ/ Haikal).
MDSRA PC GP Ansor Sidoarjo saat ngaji kitab Bidayatul Hidayah di makam Mbah Rahmat Syamsuddin, Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi. (Foto: NOJ/ Haikal).

Sidoarjo, NU Online Jatim

Pimpinan Cabang (PC) Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDS-RA) Kabupaten Sidoarjo menggelar pengajian rutin kitab Bidayatul Hidayah karya Imam al-Ghazali pada Rabu (01/09/2021) malam. Berbeda dengan sebelumnya, kajian kitab yang juga diadakan secara live streaming ini bertempat di makam Mbah Rahmat Syamsuddin, Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi.

 

Mbah Rahmat Syamsuddin merupakan seorang ulama dan juga panglima dari kerajaan Mataram Islam yang diyakini sebagai pembabat alas dan juga tokoh yang mendirikan atau muassis dari Desa Tenggulunan. Sehingga keberadaan makamnya dikeramatkan oleh masyarakat sekitar.

 

Pengajian rutinan yang juga diadakan untuk membahas soal sejarah dan napak tilas Mbah Rahmat Syamsuddin ini dihadiri segenap tokoh masyarakat, pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan juga segenap pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Candi.

 

"Sebelumnya areal makam ini adalah makam kuno yang tidak diketahui identitasnya, tetapi banyak peziarah dari berbagai daerah yang berkunjung dengan berbagai tujuan. Sampai pada pertengahan tahun 1970 an para tokoh yang dipimpin abah saya KH Saiful Chabbi berikhtiar untuk mencari kiai atau ulama yang bisa mendeteksi makam yang tidak dikenal. Dan sampailah pada KH Ismail Brangkal yang membantu dan menerangkan identitas dan sejarah dari Mbah Rahmat Syamsuddin," jelas Ahmad Aynuddin, tokoh masyarakat Desa Tenggulunan yang juga pengurus MWCNU Candi.

 

"Mbah Rahmat Syamsuddin dulunya adalah seorang ulama dan juga panglima perang dari kerajaan Mataram Islam yang dalam pelariannya sampai di daerah ini dan mendirikan Desa Tenggulunan," lanjut Ahmad Aynuddin.

 

Sementara itu, kajian Kitab Bidayatul Hidayah yang diampu oleh Gus Zakiyul Uman membahas tentang pengertian tauhid. Gus zaki menerangkan bahwa tauhid adalah hal istimewa yang diberikan oleh Allah kepada hamba hambanya.

 

 

"Secara istilah tauhid adalah sesuatu dan rasa yang ada di dalam hati seseoarang yang menarik dirinya untuk lebih dekat terhadap Allah SWT. Dan orang-orang yang mempunyai keimanan yang terpilihlah yang diberikan rasa tersebut oleh Allah," terang Gus Zaki, panggilan akrab Ustadz Zakiyul Uman.

 

Penulis: Muhammad Haikal

Editor: Romza


Editor:

Metropolis Terbaru