• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 23 Januari 2022

Metropolis

RSNU Diminta Jadi Pelopor dalam Mengatasi Pandemi

RSNU Diminta Jadi Pelopor dalam Mengatasi Pandemi
dr Dodo Anondo saat menyampaikan materi dalam medical talk. (Foto: NOJ/Syaifullah)
dr Dodo Anondo saat menyampaikan materi dalam medical talk. (Foto: NOJ/Syaifullah)

Gresik, NU Online Jatim

Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya A Yani menyelenggarakan medical talk ke-9. Acara tersebut digelar secara online via Zoom, dengan tema 'Dukungan Peningkatan Kesiapan dan Respons RSNU terhadap Covid-19 dan Penyakit Menular Baru Lainnya', yang berpusat di ruang pertemuan RSI A Yani lantai 5 Surabaya, Selasa (07/12/2021).

 

Acara ini digelar untuk menanggapi situasi dan kondisi dunia kesehatan berubah seiring perkembangan masyarakat yang aktif menggunakan teknologi informasi dan tingkat pendidikan masyarakat. 

 

"Yang kemudian kita memasuki era pandemi dan new normal. Ini yang penting, bagaimana rumah sakit ini tetap bisa melayani masyarakat dalam era pandemi," kata dr Dodo Anondo, Direktur RSI A Yani Surabaya.

 

Diungkapkannya banyak rumah sakit yang terganggu dalam menghadapi situasi seperti ini, tapi masih bisa. Ini ciri khas Indonesia. Seperti gaji tidak cukup sampai sepuluh hari, tapi nyatanya masih bisa hidup selama tiga puluh hari, ini faktanya.

 

"Bagaimana di rumah sakit ini hal yang penting lainnya yaitu melakukan evaluasi, karena pasien ini resiko banyak. Semisal bagaimana cara menangani pasien Covid-19 dan bagaimana cara menangani pasien yang tidak Covid-19. Jika tidak termanage akhirnya banyak orang yang takut masuk rumah sakit," terang ketua PERSI Jatim ini.

 

Banyak rumah sakit yang secara definitif, misalnya memiliki kemauan dan alur tertentu. Namun, rumah sakit seharusnya fleksibel. Sehingga jika ada kesalahan tidak menutup diri dan segera melakukan perbaikan, dan rumah sakit harus tetap menjaga kerahasiaan pasien.

 

Menurutnya, perubahan pola pencarian pelayanan kesehatan masyarakat takut ke faskes karena khawatir akan terpapar, promosi kesehatan pasien dan edukasi pasien juga perlu ditingkatkan.

 

"Jadi perubahan perilaku dari masyarakat karena takutnya Covid-19 ini hampir dua tahun ini harus dilaksanakan dengan promosi kesehatan dan bagaimana edukasi kesehatan", papar dr Dodo.

 

Sekarang yang lagi tren yaitu pemasaran digital. Ternyata hari ini lebih bagus melalui pemasaran digital baik melalui whatsapp maupun media sosial lainnya. Karena kalau melalui brosur hari ini sudah tidak lagi efektif.

 

"Yang penting hari ini adalah vaksinasi harus jalan dan dukungan protokol kesehatan dari berbagai rumah sakit, saya kita itu untuk dukungan RSNU di Indonesia ini", pungkasnya.

 

Editor: Risma Savhira

 


Metropolis Terbaru