• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Metropolis

Siswa SMP Progresif Sidoarjo Sabet Juara Kompetisi Internasional di Negeri Jiran

Siswa SMP Progresif Sidoarjo Sabet Juara Kompetisi Internasional di Negeri Jiran
Siswa SMP Progresif Bumu Shalawat peraih juara. (Foto: NU Online)
Siswa SMP Progresif Bumu Shalawat peraih juara. (Foto: NU Online)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Siswa SMP Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo berhasil menyabet tiga juara pada ajang International  World Invention Competition and Exhibition (WICE) yang digelar Segi University Kota Damansara Malaysia.


Para siswa peraih juara di Negeri Jiran ini dalam tim yang terdiri dari Muhammad Anies Sya’roni, Ahmad Mujtaba Arafa, Regan Luay Aufa, dan Lutfi Muhammad Raziq Alfredo. Sedangkan medali yang berhasil dibawa pulang adalah emas, special award, dan semi grand award.


Hal tersebut diraih dari My Guide Tongkat Pintar terintegrasi GPS Tracker untuk tuna netra.


“My guide merupakan tongkat inovasi dari tim riset SMP Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo. Tongkat ini bisa mempermudah orang tuna netra dalam melakukan pekerjaan,” kata Muhammad Syarifuddin selaku guru pendamping dilansir dari NU Online, Sabtu (01/10/2022).


Ia menjelaskan, pada tongkat tersebut terdapat 3 sensor yaitu depan, kiri dan kanan, serta sensor air. Alat juga dilengkapi dengan GPS tracker yang dapat dikontrol oleh keluarga. Dan ajang berlangsung 25 hingga 30 September 2022 dengan peserta dari berbagai negara.


“Tidak tanggung-tanggung my guide berhasil menyabet 3 juara sekaligus karena berhasil menyisihkan peserta lain. Tim kami harus bersaing dengan 240 peserta dari 24 negara,” ungkapnya.


SMP yang berada di bawah naungan Pesantren Bumi Shalawat dengan tagline kokoh spiritual dan mapan intelektual ini setiap tahun memiliki tim riset. Pihak sekolah terus mendorong agar  tim selalu tumbuh.


" Alhamdulillah setelah bekerja cukup keras, tim berhasil menjadi juara dan meraih tiga medali emas," ujarnya.


Kepada media ini, dirinya bercerita bahwa saat kompetisi berjalan sempat deg-degan. Mengingat persaingan demikian ketat lantaran tim harus bersaing dengan peserta dari dari banyak negara.


"Namun berkat dukungan dan doa semuanya dari masyarakat wabilkhusus keluarga Pesantren Bumi Sholawat, akhirnya tim berhasil meraih nilai tertinggi dan dapat tiga medali emas," katanya dengan sumringah.


Menurutnya banyak hal manfaat yang dipetik dari kompetisi di Malaysia.Selain tambah pengalaman, sekaligus juga menambah jaringan teman.  "Yang jelas tambah networking dan pengalaman. Pokoknya senang deh," jelasnya.


Dikemukakan lebih lanjut bahwa my guide dari tim riset SMP Progresif Bumi Shalawat bisa mendeteksi objek di depan, samping kiri, maupun kanan bagi penggunanya dengan jarak yang bisa diatur. Tongkat my guide juga dilengkapi sensor yang bisa membantu pengguna menghindari genangan air di sekitarnya dan dikerjakan selama 3 bulan.


"Yang menarik, tongkat ini juga sudah terintegrasi dengan GPS tracker. Dengan demikian, jika si tuna netra pengguna tersesat atau hilang, keberadaannya dapat dilacak. Di sisi lain, alat ini juga dapat merekam suara di sekitarnya, sehingga sangat membantu penyandang tuna netra," pungkasnya.


Editor:

Metropolis Terbaru