• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 27 Mei 2022

Metropolis

Steering Committee Jelaskan Makna Strategis Muktamar

Steering Committee Jelaskan Makna Strategis Muktamar
Moh Nuh saat menjabarkan materi. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)
Moh Nuh saat menjabarkan materi. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Ketua Steering Committee (SC) Muktamar ke-34 NU Moh Nuh menjadi pembicara dalam acara Road to Muktamar ke-34 NU Sesi 8 dengan mengangkat tema 'Nahdlatul Ulama & Tantangan Pengelolaan Perguruan Tinggi'. Kegiatan ini diadakan virtual melalui zoom dan fecebook NU Online, Kamis (02/12/2021).

 

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini mengajak nahdliyin untuk bersyukur bahwa sejak berdirinya NU tahun 1926 hinggga kini, NU terus tumbuh dan berkembang dalam memberikan kemaslahatan.

 

“Kita semua menjadi penerus khususnya yang umurnya di bawah enam puluh tahun. Jangan sampai setelah kita mendapat warisan NU yang begitu dahsyat ini namun kita tidak mampu mengelola,” katanya.

 

Menurut Nuh makna strategis muktamar adalah menyiapakan fondasi untuk untuk masa depan dan merumuskan program selama lima tahun ke depan.

 

“Oleh karena itu sebagai institusi paling tinggi tidak boleh direduksi sekedar pemilihan Rais Aam dan ketua PBNU. Keputusan-keputusan yang strategis yang luar biasa harus dimuncukan di Muktamar ke-34 ini,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, dirinya menuturkan ke depan NU bukan lagi mengerjakan sesuatu yang mungkin. Tetapi NU akan mengambil wilayah tidak mungkin. Artinya, di wilayah yang tidak mungkin inilah ada sesuatu yang luar biasa yang disebut inovasi.

 

Jika tahun 1937 NU sudah mengupayakan pendirian poliklinik di Jombang. Maka tahun 2026 tugas selanjutnya adalah harus membangun ekosistem yang di dalamnya ada komponen-komponen besar yang meliputi sistem dakwah, layanan Kesehatan, pendidikan dan pusat ekonomi.

 

“Insyaallah semua bisa, tetapi syaratnya We Can bukan I Can . Kalau kita bisa melakukan transformasi dari saya ke kami dan kami menjadi kita, maka akan mendapatkan kekuatan lebih," terangnya.

 

Ia juga tidak lupa memberi pesan bahwa muktamar harus sejuk.

 

"Karena bertengkar akan membuat kehilangan energi, kesempatan, peluang dan keberkahan," pungkasnya.

 

Editor: Risma Savhira


Metropolis Terbaru