• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 7 Februari 2023

Metropolis

Teliti Pendidikan Inklusif, Pengurus Asnuter Sidoarjo Raih Doktor dengan Cumlaude

Teliti Pendidikan Inklusif, Pengurus Asnuter Sidoarjo Raih Doktor dengan Cumlaude
M Athoiful Fanan dengan Rektor Unisma. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)
M Athoiful Fanan dengan Rektor Unisma. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Pengurus Aswaja NU Center Sidoarjo Divisi Dauroh Kader Ahlussunnah wal Jamaah, M Athoiful Fanan berhasil meraih gelar doktor dalam bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) Multikultural di Program Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma). Ia dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude pada sidang terbuka, Selasa (06/12/2022). 

 

Pria yang juga dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam An Najah Indonesia (Stanim) Sidoarjo itu terbilang menyandang doktor di usia muda yakni 38 tahun. 

 

“Alhamdulillah sidang promosi doktor dipimpin langsung oleh Rektor Unisma, Prof Maskuri dapat kami selesaikan dengan baik, alhamdulillah berkat doa dari teman-teman semua,” katanya kepada NU Online Jatim, Jum’at (09/12/2022). 

 

Atho sapaan akrabnya, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Pendidikan Inklusif Sebagai Dasar Membentuk Karakter Santri (Studi Fenomenologi di Pondok Pesantren Mamba'us Sholihin Suci Gresik). Ia menemukan bahwa nilai-nilai inklusif di pesantren tersebut meliputi nilai tasamuh, nilai keterbukaan, nilai keragaman, dan nilai keislaman.

 

“Pondok pesantren menjadi tempat yang paling pas dalam pembentukan karakter peserta didik atau santri karena di dalamnya terdapat nilai-nilai inklusifitas pendidikan yang tinggi dan luhur,” ujarnya. 

 

Melalui hasil penelitiannya, Atho menegaskan pembelanjaran inklusif pesantren bisa menjadi role model seluruh satuan pendidikan mulai tingkat dasar sampai tingkat perguruan tinggi. Atho melakukan penelitian menggunkan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologi. Informan yang dipilih meliputi guru atau kiai, santri, dan masyarakat yang diambil secara purposive sampling.

 

"Pengumpulan data untuk menyelesaikan disertasi ini saya lakukan mulai tahun 2019 sampai tahun 2021," ujarnya.  

 

Pria yang juga Direktur CV IndoSantri dalam disertasinya memaparkan nilai-nilai Islam multikultural yang rahmatan lil 'alamin. Hal itu mendorongnya untuk meneliti lebih jauh tentang pendidikan inklusif sabagai dasar membentuk karakter peserta didik. 

 

"Peserta didik hendaknya dibekali nilai-nilai inklusif agar terbentuk karakter cinta damai dan rahmatan lil' alamin," ucapnya. 

 

Model pembelajaran inklusi yang ada di Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin Suci, Gresik menurut Atho di antaranya tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib. Tarbiyah adalah muara pada seluruh proses transfer keilmuan (ta’lim) dan transfer pembiasaan suatu perilaku (ta’dib). 

 

“Model pembelajaran ini membentuk sikap inklusif dan saling menghargai di pesantren,” pungkasnya.


Metropolis Terbaru