• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Metropolis

Ning Ulfi Jelaskan Wanita Shalihah di Era Modern

Ning Ulfi Jelaskan Wanita Shalihah di Era Modern
Kholida Ulfi atau Ning Ulfi. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)
Kholida Ulfi atau Ning Ulfi. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Menjadi wanita shalihah adalah idaman bagi setiap perempuan. Namun, apakah bisa menjadi wanita yang shalihah dengan bergaya modis? Kholida Ulfi dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah  (STIT) Raden Santri Gresik mengatakan, tidak ada larangan dalam Islam tentang penampilan yang modis.

 

Menurut Ning Ulfi, berpenampilan modis tidak berdosa asal tampilan modis sesuai dengan syariat Islam.

 

“Menjadi modis tidak harus kita membuka aurat, menjadi wanita modern tidak harus menampilkan lekuk tubuh kita. Menjadi wanita yang kekinian tidak harus meninggalkan nilai-nilai syariat,” katanya saat mengisi Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (Kiswah) Kiswah Female Jumat (07/01/2022) yang disiarkan TV9.

 

Ia mengungkapkan bahwa menjadi perempuan adalah takdir yang harus disyukuri. Bahkan Allah mengkategorikan perempuan saat mengandung sama dengan orang yang jihad di jalan Allah.

 

Ini merupakan keistimewaan yang luar biasa, karena laki-laki tidak mempunyai kesempatan  itu. “Kita harus fokus menjadi perempuan yang shalihah di era moderen,” ujarnya.

 

Untuk menjadi perempuan yang shalihah, lanjut Ning Ulfi, pertama adalah harus bersyukur atas hakikat seorang perempuan yaitu menutup aurat. Kedua, memperbanyak ilmu agama. Perempuan sholihah waktunya tidak habis untuk bermain media sosial.

 

“Melihat status-status yang membuat ingin belanja dan berfoya-foya dan sebagainya. Tapi kita harus memperbanyak ilmu agama, ubudiyah, dan keseharian media sosial adalah tantangan perempuan untuk menjadi shalihah,” ungkapnya.

 

Ning Ulfi lantas mencontohkan Siti Khadijah, seorang perempuan yang tidak meninggalkan marwah dan kehormatannya. Namun tetap bisa menjadi perempuan yang luar biasa dalam perjuangan dakwah Islam.

 

“Ibu Siti Khadijah patut kita contoh di era ini. Beliau mempunyai ilmu yang luar biasa, tidak hanya ilmu agama tetapi juga ilmu berdagang,” urainya.

 

Bagi Ning Ulfi, menjadi perempuan shalihah tidak boleh ghibah dan harus menjaga tingkah laku. Dua hal ini sangat berpengaruh untuk menjadi perempuan shalihah.

 

Era saat ini luar biasa, maka ujian kemaksiatan juga sangat luar biasa. Sehingga dapat membuat seseorang masuk dalam kemaksiatan tanpa tidak sadar.  

  

“Perempuan shalihah adalah hadiah bagi laki-laki yang shalih, dan laki-laki yang sholeh adalah hadiah untuk perempuan yang shalihah,” pungkasnya.


Editor:

Metropolis Terbaru