• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Metropolis

Turun ke Desa, Mahasiswa Al-Khoziny Sidoarjo Bantu Pemdes Lawan Covid-19

Turun ke Desa, Mahasiswa Al-Khoziny Sidoarjo Bantu Pemdes Lawan Covid-19
Mahasiswa KKN Al-Khoziny membagikan masker dan sosialisasi prokes kepada jama'ah yang akan menunaikan Shalat Jum'at di Masjid Baitul Hamid, Desa Plumbungan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jum'at (13/08/2021).
Mahasiswa KKN Al-Khoziny membagikan masker dan sosialisasi prokes kepada jama'ah yang akan menunaikan Shalat Jum'at di Masjid Baitul Hamid, Desa Plumbungan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jum'at (13/08/2021).

Sidoarjo, NU Online Jatim

Pandemi Covid-19 masih mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat. Dalam kondisi seperti saat ini dibutuhkan kerja sama dan gotong royong semua pihak agar Indonesia bisa segera keluar dari pandemi.

 

Hal tersebut menjadi pemicu semangat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam (IAI) Al-Khoziny Sidoarjo untuk membantu masyarakat Desa Plumbungan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Supaya tidak semakin terkungkung dari ancaman pandemi ini.

 

Mereka telah melakukan sejumlah kegiatan nyata pencegahan penyebaran Covid-19 di desa tersebut sejak beberapa hari lalu. Kali ini mahasiswa KKN Al-Khoziny menggelar sosialisasi protokol kesehatan (prokes) sekaligus pembagian masker bagi jama’ah shalat Jum’at di Masjid Baitul Hamid Desa Plumbungan, Jum’at (13/08/2021).

 

KH Zainal Abidin selaku dosen pembimbing menuturkan, mahasiswa Al-Khoziny yang sedang melaksanakan KKN di Desa Plumbungan akan mampu menerapkan teori-teori yang telah diperoleh di bangku kuliah.

 

“Mereka juga diharapkan menjadikan KKN sebagai wahana untuk mengembangkan personaliti agar menjadi  lulusan Al-Khoziny yang sesuai dengan harapan kampus dan alumni. Mahasiswa yang KKN harus mampu menampilkan perilaku akademis dan religius karena itu menjadi kekhasan IAI Al-Khoziny,” tutur Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahldatul Ulama (PCNU) Sidoarjo tersebut.

 

Lebih lanjut, Kiai Zainal mengingatkan, pada situasi pandemi Covid-19 saat ini mahasiswa KKN Al-Khoziny akan benar-benar menjadi penggerak di Desa Plumbungan dalam rangka berikhtiar memutus penyebaran Covid-19. Yakni dengan mengimplementasikan seluruh keilmuannya baik secara lahir maupun batiniah.

 

“Kami sebagai dosen pembimbing menyampaikan terima kasih kepada bapak kepala desa beserta perangkatnya serta masyarakat Desa Plumbungan yang telah menerima kami sebagai bagian dari proses pembelajaran kampus,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Desa Plumbungan Afif Khusni mengatakan, pihaknya mengapresiasi atas pelaksanaan KKN mahasiswa Al-Khoziny di desanya. Untuk itu, pihaknya akan mendukung program-program KKN yang dicanangkan oleh mahasiswa tersebut. Dirinya juga memotivasi para mahasiswa KKN agar fokus dalam perjuangan dan pengabdiannya saat ini.

 

“Kehadiran adik-adik mahasiswa ini sangat membantu kami karena kerja nyata itu lebih bagus. Seberat apapun ilmu itu harus dicapai dan seringan apapun ilmu itu harus diketahui, apa yang didapatkan selama KKN disini dan bermanfaat silahkan dicontoh untuk diterapkan di desanya masing-masing,” katanya kepada NU Online Jatim.

 

Ahmad Zainuri, koordinator mahasiswa KKN Al-Khoziny menerangkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemdes, tokoh masyarakat, serta Pengurus ranting NU dan badan otonom (banom) untuk melakukan observasi dan mengidentifikasi masalah- masalah yang timbul di masyarakat khususnya terkait Covid-19.

 

 

“Kami KKN di Desa Plumbungan selama 1 bulan, hari ini kami mengadakan pembagian masker dan penyemprotan disinfektan di Masjid Baitul Hamid. Sebelumnya kami juga telah melakukan penyemprotan di balai desa, membantu administrasi desa, Khatmil Qur’an, bersih-bersih makam, serta ziarah ke makam sesepuh desa, dan kedepan kita juga akan aktif membantu kegiatan lembaga NU dan banom,” ujar mahasiswa Fakultas Tarbiyah Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) semester tujuh tersebut.

 

Editor: Romza


Editor:

Metropolis Terbaru