• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Pantura

Muslimat NU di Lamongan Isi Kemerdekaan RI dengan Kenduri Agung

Muslimat NU di Lamongan Isi Kemerdekaan RI dengan Kenduri Agung
Kenduri Agung yang digelar PAC Muslimat NU Paciran, Lamongan meriahkan HUT ke-77 RI. (Foto: ISt)
Kenduri Agung yang digelar PAC Muslimat NU Paciran, Lamongan meriahkan HUT ke-77 RI. (Foto: ISt)

Lamongan, NU Online Jatim
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Paciran, Lamongan menggelar Kenduri Agung dan Lomba Tumpeng Kemerdekaan. Kegiatan yang dilaksanakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia (RI) itu dipusatkan di halaman Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat, Rabu (17/08/2022).


Ketua Panitia Kenduri Agung, Umi Kholifah mengatakan, kegiatan ini digelar di antaranya untuk meneladani Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari. Hal itu karena muassis NU tersebut dianggap memiliki sumbangsih nyata demi tercapainya kemerdekaan Indonesia.


“Kegiatan ini juga kami dedikasikan kepada Mbah Hasyim selaku tokoh panutan kami, yang telah memberikan kado kemerdekaan buat negeri kami,” ujarnya dilansir jurnal9.tv.


Selain itu, kegiatan tersebut merupakan ikhtiar untuk merawat dan melestarikan hal-hal yang telah diwariskan oleh muassis dan ulama NU lainnya di masa dahulu.


“Semoga melalui kegiatan ini Mbah Hasyim tersenyum di alam kuburnya dan kami semua diakui sebagai santrinya,” katanya.


Sementara Bendahara PAC Muslimat NU Paciran, Maria Ulfa mengatakan kegiatan Kenduri Agung tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun guna memperingati kemerdekaan Indonesia yang ke-77 tahun. Sedikitnya, ada 22 Pimpinan Ranting (PR) Muslimat NU se-Paciran yang berpartisipasi.


“Masing-masing Pimpinan Ranting juga membawa tumpeng hasil kreativitas mereka untuk kemudian dilombakan dan dilakukan penilaian,” ungkap Maria.


Terkait penilaian, Maria menjelaskan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh para peserta. Di antaranya berkaitan dengan rasa, kelengkapan atau kualitas gizi, dan penampilan atau kebersihan.


“Selain itu penilaian juga berkaitan dengan kreativitas atau seni yang dihasilkan serta kekompakan masing-masing tim,” pungkasnya.


Diketahui, hadir dalam kegiatan itu di antaranya Rais dan Ketua MWCNU Paciran, pengurus lembaga, serta pimpinan banom NU setempat. Turut hadir pula ibu-ibu perwakilan Forkopimcam Paciran dan Puskesmas setempat.


Pantura Terbaru