• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Tokoh

Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional, Ulama Pesantren, Pegiat NU

3 Ulama yang Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

3 Ulama yang Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional
Ada 3 ulama NU dan pesantren yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional. (Foto: NOJ/MKt)
Ada 3 ulama NU dan pesantren yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional. (Foto: NOJ/MKt)

Saat ini sudah memasuki bulan Agustus. Beberapa rumah dan kantor, hingga di sepanjang jalan, nuansa peringatan kemerdekaan demikian terasa. Dan yang tidak kalah openting adalah mengenal ulama dan pahlawan nasional. 


Sebenarnya, Nahdlatul Ulama dan pesantren memiliki banyak pahlawan nasional. Meski mereka terbilang banyak, tapi hanya beberapa nama yang kemudian mendapat gelar pahlawan nasional. Dan para pahlawan nasional dari NU ini, menurut sejarawan KH Abdul Mun’im DZ menunjukkan bahwa NU bukan pemain figuran dalam pembentukan negara ini, melainkan pemeran utama.  


Berikut ini 3 nama tokoh bergelar pahlawan nasional yang pernah aktif di NU di berbagai tingkatan yang disusun berdasarkan tahun penetapan gelar. Hanya disajikan riwayat sangat singkat dan sebagian kecil peran dan jasa mereka yang besar untuk umat dan negaranya.     


1. Hadratussyekh KH M Hasyim Asyari

Hadratussyekh KH Hasyim As’yari adalah tokoh utama dan pendiri Nahdlatul Ulama pada 31 Januari 1926. Ia merupakan satu-satunya penyandang gelar Rais Akbar NU hingga akhir hayatnya dan tak pernah ada lagi hingga sekarang. Ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 17 November 1964 berkat jasanya yang berperan besar dalam pendidikan melalui NU dan melawan penjajah. 


Salah satu di antara jasanya untuk negara ini adalah memutuskan NU untuk mengeluarkan Resolusi Jihad fi Sabilillah yang direkomendasikan untuk pemerintah RI yang baru berdiri dan Jihad fi Sabilillah untuk umat Islam dengan fatwa, setiap orang dewaasa yang berada dalam radius 90 km dari medan pertempuran melawan penjajah wajib berperang. Keduanya diputuskan menjadi pernyataan resmi organisasi NU pada 22 Oktober 1945. Tanggal tersebut kemudian dijadikan sebagai Hari Santri Nasional.     


2. KH Abdul Wahid Hasyim

Merupakan putra Hadratussyekh KH Hasyim As’yari dan ayah dari presiden keempat RI KH Abdurrahmann Wahid. Ia merupakan salah satu anggota Badan Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Di Pondok Pesantren Tebuireng ia mempelopori masuknya ilmu pengetahuan umum ke dunia pesantren dengan mendirikan Madrasah Nidzmiyah dengan ilmu umum 70 persen, ilmu agama 30 persen. Ia  ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tanggal 17 November 1960.  


3. KH Zainul Arifin

KH Zainul Arifin, merupakan tokoh NU asal Barus, Sumatera Utara. Keturunan raja-raja Barus ini aktif di NU sejak muda melalui kader dakwah. Di antara jasanya adalah pada pembentukan pasukan semi militer Hizbullah. Kemudian menjadi panglimanya. 


Ia pernah menjadi perdana menteri Indonesia, Ketua DPR-GR. Selain itu, beliau juga berjasa dalam menjadi anggota badan pekerja Komite Nasional Pusat. Pemerintah menetapkan dirinya sebagai pahlawan nasional pada 4 Maret 1963.   

 

Artikel diambil dari9 Tokoh NU Bergelar Pahlawan Nasional

 

Dan berikutnya akan disampaikan  sejumlah ulama yang telkah ditetapkan sebagai pahlawan nasional. 


Editor:

Tokoh Terbaru