• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Tapal Kuda

Kiai Zuhri Paiton: Guru Pahlawan tanpa Tanda Jasa

Kiai Zuhri Paiton: Guru Pahlawan tanpa Tanda Jasa
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, KH Moh Zuhri Zaini. (Foto: NOJ/Mokh Faisol)
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, KH Moh Zuhri Zaini. (Foto: NOJ/Mokh Faisol)

Probolinggo, NU Online Jatim
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, KH Moh Zuhri Zaini mengatakan, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, karena perjuangannya mencetak kader--kader bangsa dan umat, oleh karena itu yang menentukan umat dimasa depan adalah guru.


Hal ini disampaikan saat pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Kraksaan di Ponpes setempat, Ahad (05/06/2022).


"Jika menjadi guru negeri atau swasta mendapatkan fasilitas yang mewah, tetap niatkan dirimu untuk mengabdi dengan dan tulus dan ikhlas," ujarnya.


Dirinya menerangkan, seorang guru harus hebat, ikhlas dan tulus dalam menyampaikan ilmu yang disampaikan kepada seorang murid, karena menjadi guru termasuk bentuk pengabdian kita kepada negara.


“Salah satu cita-cita kita mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan landasan agama Islam, untuk mengimplementasikan ilmu tersebut kita harus mensosialisasikan konsep ilmu pengetahuan dengan landasan agama Islam kepada masyarakat yang tidak bertentangan dengan undang-undang,” terangnya.


Menurutnya, banyak orang yang membenci Islam namun belajar Al Qur'an, akhirnya menjadi pencinta Islam, hal ini dikarenakan ayat-ayat Al Qur'an dan pernyataannya sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.


"Memang Al Qur'an bukan kitab Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), namun pernyataan Al Qur'an sesuai dengan IPTEK," paparnya.


Kiai Zuhri berharap, untuk menyatukan ilmu umum yang berlandaskan ilmu agama, guru harus mengkaji dan mengkonsep terlebih dahulu agar tidak terjadi kericuhan di dalam bangsa yang tidak bertentangan dengan undang-undang khususnya Pancasila.


"Dalam memasarkan konsep ilmu pengetahuan umum berlandaskan ilmu agama Islam harus tetap mempertahankan nilai-nilai Pancasila tanpa menyebut nilai nilai Islam Insya Allah bisa diterima," tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru