• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 8 Desember 2022

Madura

Syaikhona Kholil Bangkalan, Guru Tiga Kiai Pahlawan Nasional

Syaikhona Kholil Bangkalan, Guru Tiga Kiai Pahlawan Nasional
Muhaimin selaku Ketua Tim Pengusul Gelar Kepahlawanan Syaikhona Kholil. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Muhaimin selaku Ketua Tim Pengusul Gelar Kepahlawanan Syaikhona Kholil. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim 

Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan merupakan ulama terkemuka yang diyakini memiliki komitmen kuat dalam membangun kebangkitan nasional bangsa Indonesia. Bahkan, murid-murid Syaikhona Kholil dianugerahi pahlawan nasional karena kontribusinya terhadap Negara.
 

Tiga murid Syaikhona Kholil yang dianugerahi pahlawan nasional tersebut yaitu Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari, KH Abdul Wahab Chasbullah dan KH R As'ad Syamsul Arifin. Kontribusi Syaikhona Kholil terhadap Negara diyakini melampaui ketiga muridnya tersebut.
 

Meski demikian, hingga kini Syaikhona Kholil belum dianugerahi pahlawan nasional meskipun berbagai upaya dilakukan tim pengusul.
 

Muhaimin selaku Ketua Tim Pengusul Gelar Kepahlawanan Syaikhona Kholil mengatakan, pihaknya sudah melakukan usaha yang luar biasa. Hanya saja yang menentukan adalah Presiden RI atas hak prerogatifnya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
 

“Presiden tidak menandatangani pengusulan kepahlawanan dari Jawa, terlebih Jawa Timur yang memiliki peringkat terbesar dalam penganugerahan gelar pahlawan. Presiden memprioritaskan daerah lainnya yang belum mendapatkannya,” terangnya di acara Seminar Kebangsaan dan pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bluto di aula Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Bluto, Sumenep, Jawa Timur, Selasa (22/02/2022) sore.
 

Ia melanjutkan, Mahfud MD Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) bahwa sudah menyampaikan bahwa kepahlawanan Syaikhona Kholil sudah final. Karena sudah dikaji oleh 18 unsur, baik di bidang akademisi, sejarawan, TNI, Polisi, dan lainnya.
 

“Persoalan administratif dan bukti otentik, tak ada masalah. Termasuk di Kementerian Sosial juga tak ada masalah. Saat itu kami punya anggapan bahwa pengusulan ini paling cepat dalam sejarah. Karena kami belajar dari daerah lain yang rata-rata 3 tahun ke atas, termasuk tim pengajuan Kiai As'ad,” curhanya.
 

Saat itu, lanjutnya, Presiden RI Joko Widodo ingin melakukan kunjungan ke Eropa, sehingga Bapak Joko Widodo lebih mengutamakan daerah lain yang ingin mengajukan gelar kepahlawanan. Hal ini sama dengan yang dialami oleh tim pengusul Kiai As’ad.
 

“Lewat KH Hasyim Muzadi yang saat itu menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Presiden, akhirnya ditandatangani,” tuturnya.
 

Muhaimin bersama stakeholder, Pemerintah Daerah (Pemkab) Bangkalan, dzurriyah, dan beberapa infrastruktur lainnya tetap berjuang mengusulkan kepahlawan Mbah Kholil.
 

 

“Kami yakin dan optimis, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung pengusulan ini. Mari kita berdoa agar guru kita dikukuhkan. Semoga dalam waktu dekat ditandatangani oleh Presiden RI,” harapnya.


Editor:

Madura Terbaru