• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Pantura

Protes Banjir, Puluhan Pemuda di Lamongan Giring Bebek

Protes Banjir, Puluhan Pemuda di Lamongan Giring Bebek
Aksi protes warga kawasan Lamongan dengan menggiring bebek. (Foto: NOJ/Mahrus A)
Aksi protes warga kawasan Lamongan dengan menggiring bebek. (Foto: NOJ/Mahrus A)

Lamongan, NU Online Jatim
Tidak terima kawasannya menjadi langganan banjir, sekumpulan pemuda di Lamongan melakukan aksi protes. Hanya saja, cara yang dilakukan lumayan unik yakni dengan menggiring bebek di jalan yang terkena dampak banjir. Aksi dilakukan di Jalan Raya Karanggeneng, Sukodadi Lamongan. 
 

“Sudah beberapa hari ini air meluap ke jalan sepanjang jalan tanggul rawa Kalanganyar sampai depan Balai Desa Pucangro Kecamatan Kalitengah,” kata Kusdianto, koordinator aksi, Senin (03/01/2022).
 

Menurutnya, akibat pembiaran luapan air tersebut membuat jalan rusak parah serta menimbulkan macet tiap hari. Bahkan akibat dari genangan air yang ada, banyak pula terjadi kecelakaan yang melibatkan pengguna jalan.
 

“Agar masalah ini mendapat perhatian pemerintah, maka beberapa waktu lalu puluhan anak muda yang merupakan warga terdampak melakukan aksi protes dengan cara menggiring bebek,” jelasnya.
 

Kusdianto sebagai perwakilan warga merasa kecewa karena kondisi ini kerap terjadi, sehingga menjadi pemandangan harian kala hujan turun dengan lebat. 
 

“Oleh karena itu, kami mengajak warga melakukan aksi ini dengan harapan ada perhatian dari pihak terkait,” pintanya.
 

Dikemukakan bahwa selama ini pihak terkait tidak memberikan perhatian yang menggembirakan. Kondisi terkesan dibiarkan, meskipun akibat dari banjir banyak menimbulkan masalah, termasuk kecelakaan.
 

“Banjir tidak pernah ditanggulangi dengan benar, kejadian ini terjadi setiap tahun dan seolah pemerintah tidak punya konsep yang tepat untuk menanggulanginya,” ketusnya.
 

Dirinya berharap, keluhan yang selama ini disampaikan dapat didengar dan dicarikan jalan terbaik. Dan bahwa menggiring bebek sebagai bentuk protes dengan cara berbeda yang ujungnya dapat ditanggapi pemerintah setempat.
 

“Lebih baik pemerintah angon bebek saja ketimbang tak punya konsep apa-apa terkait banjir tahunan ini," kala peserta demo yang lain, Danigolo.
 

Aksi menggiring bebek ini menuai pujian dari pengguna jalan. Diharapkan dengan protes tersebut akan mendapatkan respons. 
 

“Kami berharap semoga pemerintah benar-benar bertindak agar banjir tahunan ini dijadikan isu nasional kalau memang pemerintah daerah tidak punya kemampuan,” harap salah seorang pengguna jalan yang tidak berkenan disebut namanya.


Editor:

Pantura Terbaru