• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Parlemen

Anggota DPRD Jatim Perjuangkan Jalan Usaha Tani dan Jembatan

Anggota DPRD Jatim Perjuangkan Jalan Usaha Tani dan Jembatan
Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKB, Nur Azis. (Foto: NOJ/A Toriq)
Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKB, Nur Azis. (Foto: NOJ/A Toriq)

Tuban, NU Online Jatim
Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nur Azis menerima dua keluhan dari warga saat melaksanakan Reses I Tahun 2022 Dapil XII Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Senin (31/01/2022). Yakni soal jalan usaha tani dan kondisi rusaknya jembatan yang menjadi penghubung antara Kabupaten Tuban-Bojonegoro.
 

Nur Azis memastikan akan terus mengawal aspirasi warga Tuban. Utamanya, mengenai keluhan warga soal Jembatan Cincin Lama milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang kini kondisinya memprihatinkan.
 

"Untuk jembatan itu permasalahannya menjadi aset dari KAI, bukan aset dari pemerintah. Nah, ketika dulu itu kita perjuangkan, KAI tidak mau melepaskan," kata Nur Azis seusai menggelar Reses di Dusun Mojo, Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang.
 

Menurut dia, apabila sejak awal PT KAI bersedia melepaskan aset tersebut, tentu saja pihaknya akan mendorong Pemprov Jatim agar membangun jembatan itu supaya lebih layak. "Harapan kita kalau KAI melepaskan aset, itu akan kita bangun dengan bangunan yang lebih layak untuk jembatan," ujarnya.
 

Meski begitu, Nur Azis menyatakan bakal kembali berkoordinasi. Dia berharap, PT KAI DAOP 8 Surabaya bersedia melepaskan aset tersebut agar dapat diperbaiki dan difungsikan untuk akses transportasi masyarakat yang lebih layak.
 

"Kita akan koordinasi dengan kereta api, termasuk juga hubungannya akan adanya revitalisasi kereta di wilayah Tuban-Babat (Lamongan) akan dihidupkan lagi. Kita akan berusaha berkoordinasi untuk itu," ungkapnya.
 

Tak hanya soal rusaknya jembatan penghubung yang dikeluhkan warga. Permasalahan jalan usaha tani juga menjadi persoalan yang diterimanya saat menemui warga. "Jalan desa pertanian memang harus kita support anggaran provinsi. Cuma masalahnya, sekarang ini anggaran di semua pertanian dikurangi," tegasnya.
 

Padahal, kata dia, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebenarnya telah diuntungkan dengan hasil pertanian padi Jawa Timur yang menduduki posisi tertinggi nasional. Akan tetapi, alokasi anggaran untuk sektor pertanian di Jatim sendiri masih jauh dari harapan.
 

"Kita stok padi selalu unggul, kemudian sektor hortikultura juga. Tapi anggaran di bidang pertanian sedikit, ini problem. Makanya kita dorong terus supaya gubernur itu memperhatikan ini, termasuk jalan usaha tani," tegas dia.
 

Dirinya menyatakan, ketika jalan usaha tani diperbaiki, tentu saja hal itu dampaknya akan sangat luar biasa bagi masyarakat desa. Terutama untuk memperlancar mobilitas transportasi alat ataupun hasil pertanian.
 

"Kalau jalan usaha tani di Dusun Mojo ini diperbaiki, itu dampaknya luar biasa bagi pengembangan hasil pertanian. Kita juga akan mendorong itu secara serius agar anggaran-anggaran infrastruktur di bidang pertanian ditingkatkan," jelas dia.
 

Di lain hal, Nur Azis juga menerima aduan warga mengenai penyelesaian waduk Jabung Ring Dyke (JRD). Rencananya, waduk tersebut bakal diproyeksikan untuk menampung debit air Sungai Bengawan Solo ketika hujan deras dan mengurangi risiko banjir.
 

"Itu sudah sering dibahas di Komisi D. Rapat sudah berkali-kali, tapi Tuban selalu tidak mendapat jatah untuk waduk karena di-refocusing. Harapannya tahun 2023 sudah tidak di-refocusing lagi," tutupnya.


Editor:

Parlemen Terbaru