• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 15 Agustus 2022

Pemerintahan

Bawaslu Kabupaten Blitar Luncurkan Empat Aplikasi Tunjang Pengawasan Pilkada

Bawaslu Kabupaten Blitar Luncurkan Empat Aplikasi Tunjang Pengawasan Pilkada
Peluncuran aplikasi penunjang Pilkada. (Foto: NOJ/humas)
Peluncuran aplikasi penunjang Pilkada. (Foto: NOJ/humas)

Blitar, NU Online Jatim

Mendekati hari H pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Blitar pada 9 Desember 2020 mendatang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar semakin intens merapatkan barisan. Termasuk memberikan panduan kepada jajaran pengawas di kecamatan, desa dan Tempat Pemungutan Suara (TPS), agar lebih mudah dalam melaksanakan tugas. Salah satunya, dengan meluncurkan aplikasi penunjang kerja pengawasan pencoblosan. 


Peluncuran aplikasi tersebut dilaksakan bersamaan dengan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) yang diikuti seluruh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kecamatan se-Kabupaten Blitar. Kegiatan dibuka oleh ketua Bawaslu Kabupaten Blitar, Abdul Hakam Sholahudin. Agenda ini juga dihadiri Nur Elya Anggraini, Kordinator Divisi Humas Bawaslu Provinsi Jawa Timur, di Hotel Grand Mansion, Kota Blitar pada Kamis (03/12/2020).


Disampaikan oleh Hakam, ada  empat aplikasi yang diluncurkan. Yakni Cek Daftar Pemilih Tetap (DPT), Buku saku Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) 2020, Panduan Pemungutan dan Perhitungan Suara (Putung), dan Sistem Pengarsipan (SIP) Balitar.

 

"Tujuannya adalah untuk memudahkan petugas dalam melakukan kerja-kerja pengawasan. Mengingat saat ini adalah era modern semua serba digital," katanya.


Dari ke empat aplikasi tersebut, SIP Balitar adalah satu-satunya aplikasi yang hanya untuk internal Bawaslu sendiri. Semua hasil kerja yang dilakukan Bawaslu berada di dalamnya, meliputi pengawasan, pencegahan dan penindakan.  

 

"Untuk SIP Balitar, akses hanya bisa dimiliki oleh Bawaslu. Itu karena terdapat kunci atau sandi khusus yang hanya di ketahui oleh Bawaslu Kabupaten Blitar," jelasnya.

 

Sementara itu, Nur Elya yang mewakili Bawaslu Provinsi Jatim, memberikan apresiasi ke Bawaslu Kabupaten Blitar yang telah menjadi Bawaslu pertama di Jatim yang mampu meluncurkan aplikasi sebagai alat penunjang kerja pengawasan.


"Saya pikir ini adalah sebuah bentuk inovasi dan pemikiran yang maju. Bawaslu Blitar mampu mengimplementasikan kerja-kerja digitalisasi pengawasan," ujarnya.


Lanjutnya, digitalisasi adalah salah satu keniscayaan yang tidak bisa dihindari oleh manusia. Oleh karena itu, langkah yang diambil Bawaslu ini merupakan strategi tepat untuk meningkatkan kualitas kerja para Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di lapangan.

 

"Pesan saya kepada teman-teman yang bertugas, terutama di tingkat kecamatan, harus disiplin dan lebih teliti dalam mendokumentasikan hasil-hasil kerjanya," ucapnya.

 

Tidak hanya itu, Elya juga menilai keempat aplikasi Bawaslu ini adalah paket komplit yang tidak dimiliki oleh daerah-daerah lain. Dia berharap program serupa bisa manjadi contoh untuk Bawaslu di kabupaten atau kota lain di Jawa Timur, yang juga mengadakan kontestansi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.

 

"Program ini sangat baik jika bisa diaplikasikan di kabupaten atau kota lain yang juga menggelar Pilkada serentak," pungkasnya.


Pemerintahan Terbaru