• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Pemerintahan

Pemkab Bangkalan Pastikan Vaksin untuk Guru Aman

Pemkab Bangkalan Pastikan Vaksin untuk Guru Aman
Bupati Bangkalan RKH Abdul Latif Imron bersama pejabat Pemkab Bangkalan saat Rakor, Senin (17/05/2021). (Foto: NOJ/ Pemkab Bangkalan).
Bupati Bangkalan RKH Abdul Latif Imron bersama pejabat Pemkab Bangkalan saat Rakor, Senin (17/05/2021). (Foto: NOJ/ Pemkab Bangkalan).

Bangkalan, NU Online Jatim

Menjelang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memastikan stok vaksin untuk para guru masih aman atau terpenuhi. Sehingga para guru di Kabupaten Bangkalan akan mendapatkan kuota vaksin sebelum PTM berlangsung.

 

Rencananya, PTM untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat akan dilaksanakan bulan Juli 2021 mendatang. Hal itu diungkapkan Bupati Bangkalan RKH Abdul Latif Imron melalui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo usai mengikuti Rakor dengan Gubernur Jawa Timur, Bupati/Walikota dan Kepala Dinkes se Jawa Timur secara virtual Senin (17/5/2021) lalu.

 

Sudiyo menjelaskan, sebelum memulai PTM, setiap tenaga pengajar harus dilakukan vaksinasi. Dengan dosis vaksin yang ada saat ini pihaknya memastikan vaksin cukup untuk kebutuhan para tenaga pengajar.

 

"Terlebih sekarang kita tidak perlu mengajukan permohonan vaksin, karena stok vaksin sekarang sudah dipantau Indofarma," ujarnya sebagaimana dilansir laman Pemkab Bangkalan.

 

Ia menambahkan, pada Rakor kali ini yang menjadi topik pembahasan adalah PTM untuk tingkat SMA. Namun untuk tingkat SD dan SMP sederajat di Bangkalan bisa juga segera dimulai. Sebab, Kabupaten Bangkalan selama 2 bulan ini sudah masuk zona kuning.

 

 

"Untuk pastinya nanti biar Dinas Pendidikan Kabupaten yang menentukan, intinya sinkronisasi dosis vaksin dan jumlah guru aman," tandas Sudiyo.


Editor:

Pemerintahan Terbaru