• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Pendidikan

FEB Unisma Lakukan Pendampingan di Sektor Ekonomi

FEB Unisma Lakukan Pendampingan di Sektor Ekonomi
Tim pengabdian FEB Unisma bersama pelaku UMKM Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang. (Foto: NOJ/Times Indonesia)
Tim pengabdian FEB Unisma bersama pelaku UMKM Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang. (Foto: NOJ/Times Indonesia)

Malang, NU Online Jatim
Dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) melaksanakan pengabdian masyarakat dengan memberikan pendampingan di sektor ekonomi. Kegiatan dipusatkan di RW 01 Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang.


Wilayah tersebut didominasi oleh perdagangan serta usaha industri kecil dan industri rumah tangga yang memiliki prospek untuk berkembang.


Irma Hidayati, S.E., M.Ak, Dosen FEB Unisma memberikan sosialisasi dan penyuluhan mengenai pentingnya penyusunan pembukuan sederhana bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), kemudian dilanjut dengan praktik penyusunan pembukuan sederhana yang didampingi oleh dua mahasiswa jurusan Akuntansi, Ghina Abyan Azizah Haris dan Safira Koesherawati.


“Saya berharap para pelaku UMKM ke depannya bisa semakin baik dalam menyusun pembukuan sederhana sehingga pengelolaan keuangan bisa stabil dan juga dapat mengetahui apakah usaha yang dilakukan mengalami untung atau rugi,” tandasnya.


UMKM yang sudah berjalan lebih dari tiga tahun ini, terdapat permasalahan yang belum mendapat perhatian oleh pelaku industri rumah tangga yaitu kesulitan dalam penyusunan pembukuan sederhana. Banyak pelaku usaha yang lebih memfokuskan diri dalam  produksi dan pemasaran, namun tidak pernah memperhatikan bagaimana pencatatan usaha tersebut.


“Kondisi yang terjadi adalah transaksi penjualan tidak dilakukan pencatatan, bon atau bukti penjualan/pembelian tidak disimpan. Pembelian bahan baku tidak dicatat sehingga tidak diketahui harga pokok produksi dari produk yang dijual,” kata Putut pemilik usaha jamu UMKM.


Menurutnya, pembukuan transaksi keuangan jarang dilakukan oleh pelaku UMKM disebabkan keterbatasan informasi tentang akuntansi dan hanya fokus pada penjualan atau pemasaran produk saja. Hal ini dapat menyulitkan pelaku UMKM membuat laporan keuangan sederhana terlebih lagi jika ingin mendapatkan bantuan pembiayaan dari bank.


“Saya ingin sekali bisa dalam menyusun pembukuan sederhana, supaya saya bisa tau usaha saya ini untung atau rugi,” terangnya.


Pengabdian yang dilakukan dua kali pertemuan pada Jum’at (11/02/2022) sampai Jum’at (18/02/2022) lalu ini disambut baik dengan antusias luar biasa dari para pelaku UMKM yang dihadiri oleh 10 orang diantaranya craft batik suspeso dan jamu.


Pendidikan Terbaru