• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 31 Januari 2023

Pendidikan

Kader NU Jember Raih Lulusan Terbaik Unisma Program Doktoral

Kader NU Jember Raih Lulusan Terbaik Unisma Program Doktoral
Tangkapan layar penyerahan penghargaan dari Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, M.Si kepada Dr. Shoni Rahmatullah Amrozi. (Foto: NOJ/Moch. Miftachur Rizki)
Tangkapan layar penyerahan penghargaan dari Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, M.Si kepada Dr. Shoni Rahmatullah Amrozi. (Foto: NOJ/Moch. Miftachur Rizki)

Malang, NU Online Jatim
Dr. Shoni Rahmatullah Amrozi, Mahasiswa S3 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Multikultural Universitas Islam Malang (Unisma) meraih predikat lulusan terbaik Program Doktor dengan masa studi 6 semester. Dirinya dinobatkan sebagai wisudawan doktoral terbaik dengan IPK 3,90 (tiga koma sembilan nol) dalam Wisuda Periode ke-68 Tahun 2022 di Auditorium KH M Tholchah Hasan, Unisma, Ahad (30/10/2022) lalu.


"Saya memilih judul Disertasi 'Genealogi Pengajaran Islam di Pesantren (Kajian Pemikiran KH Zaini Mun'im dan KH R As'ad Syamsul Arifin tentang Agama dan Kebangsaan)'. Hari ini berkaitan dengan Genealogi sangat jarang dikaji dalam lingkup multikultural. Karena memang pendidikan kami yaitu Pendidikan Agama Islam Multikultural. Oleh karenanya, kami ingin mencoba melestarikan khazanah yang banyak ditinggalkan kalangan ilmuwan muslim terdahulu," katanya kepada NU Online Jatim, Selasa (01/11/2022).


Putra Bapak H Abdul Muiz tersebut menjelaskan, Genealogi pengajaran Islam merupakan salah satu upaya bagaimana menyandarkan sandaran keilmuan tokoh pesantren kepada guru-gurunya. "Genealogi yaitu sanad keguruan, Genealogi Intelektual adalah sandaran guru dan gurunya guru," jelas Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN KHAS Jember tersebut.


Shoni juga memaparkan, penelitian yang dikajinya tersebut terdapat di dua lokus yaitu Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo dan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah, Sukorejo, Situbondo.


"Ternyata, berdasarkan data yang ada, berkaitan kedua tokoh ini masih ada sanad dzurriyah keluarga Rasulullah SAW, melalui jalur Syech Fadhol Ali Murtadho, adik dari Sunan Ampel, putra Syaikh Ibrahim as-Samarkandi," terang Dosen UIN KH Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Fakultas Tarbiyah dan Ushuluddin, dengan konsentrasi Historiografi Islam.


Ketua Pusat Studi Pesantren UIN KHAS Jember tersebut mengungkapkan, temuan yang menarik dari kajian agama dan kebangsaan di 2 lokus yang di kajinya tersebut hampir ada kemiripan. Yang menarik di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid, Paiton yaitu kiai mengajarkan kepada santri dengan Panca Kesadaran Santri. Ada 5 standar yang harus dimiliki santri, salah satunya yakni berbangsa dan bernegara. Santri harus memiliki kecintaan terhadap tanah air baik di dalam pesantren maupun di luar pesantren.


“Sedangkan di Ponpes Salafiyah Syafi'iyah, Sukorejo yaitu menjadikan nilai tauhid sebagai nilai kesatuan. Makanya, di pesantren ini dijadikan tempat Muktamar NU ke-27, dan di situlah kemudian penggagas Pancasila sebagai asas tunggal negara," tandas Pengurus Cabang (PC) Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jember, Bidang Literasi dan Kepustakaan tersebut.


Sebagai informasi bahwa, 1635 wisudawan Unisma periode ke-68 berasal dari 11 Fakultas. Dengan rincian Pascasarjana sebanyak 173 orang, Fakultas Agama Islam sebanyak 360 orang, Fakultas Hukum 86 orang, Fakultas Pertanian 72 orang, Fakultas Peternakan 32 orang, Fakultas Teknik 97 orang, Fakultas MIPA 28 orang, KIP 158, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 475 orang, Fakultas Ilmu Administrasi 76 orang dan Fakultas Kedokteran 78 orang.


Pendidikan Terbaru