• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 11 Agustus 2022

Pendidikan

Orientasi Mahasiswa Baru, Rektor Unisma Ajak Siapkan Masa Depan

Orientasi Mahasiswa Baru, Rektor Unisma Ajak Siapkan Masa Depan
Oshika mahasiswa baru berada di Gedung Bundar Unisma diikuti Senat Mahasiswa dan 50 Maba secara luring. (Foto: NOJ/Madchan Jazuli)
Oshika mahasiswa baru berada di Gedung Bundar Unisma diikuti Senat Mahasiswa dan 50 Maba secara luring. (Foto: NOJ/Madchan Jazuli)

Malang, NU Online Jatim

Universitas Islam Malang (Unisma) rapat terbuka senat dalam rangka Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus (Oshika) bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini diikuti sebanyak 4.527 mahasiswa baru dengan rincian 50 mahasiswa hadir secara luring dan sisanya melalui daring. Tema yang diambil dari Oshika kali ini adalah 'Media Akselerasi Transformasi Menuju Mahasiwa yang Berakhlak Mulia Mandiri, Kreatif, Inovatif, dan Bersaya Saing di Era 4.0'.

 

Bertempat di Gedung Bundar, Rektor Unisma menjelaskan sikap paling masuk akal adalah dengan menyiapkan diri menghadapi masa depan.

 

"Dengan segudang energi potensi dan kemampuan yang dimiliki untuk meningkatkan daya saing maka tidak ada pilihan lain," kata Rektor Unisma, Prof Maskuri, Senin (06/09/2021).

 

Prof Maskuri mengungkapkan dalam menyiapkan diri harus menjadi orang yang banyak imajinasi, inspirasi, kreasi, dan inovasi yang diwujudkan dengan aksi nyata, bukan hura-hura dan pandai mengkritik.

 

Masa depan membutuhkan manusia dengan karakteristik berbeda dengan masa kini, apalagi masa lampau. Masa depan tidak memberi tempat untuk orang yang tidak adaptif terhadap dinamika. Karenanya saudara harus menyiapkan diri menjadi pembelajar cepat, dedikatif, progresif, tangguh dan bermoral.

 

"Kembangkan kemampuan menghubungkan antar titik, antar konsep, untuk membangun jaringan cerita yang bermakna positif. Maka keberhasilan gemilang untuk masa depan saudara," imbuh pria yang pernah ikut program Short Course di Canada tersebut.

 

Ia menambahkan, masa depan tidak menoleransi respon yang lambat, lembek, tetapi butuh kecepatan tinggi di sekeliling kita lompat, bukan sekedar lari. Karenanya mahasiswa dituntut menjadi pengambil keputusan yang cekatan, tepat dan tangguh.

 

“Mahasiswa perlu mengasah diri mengenali pola solusi dari beragam kelas masalah. Masa depan tidak menyisakan ruang untuk mereka yang gagap teknologi, karenanya Saudara harus meningkatkan literasi dan keterampilan teknologi. Mahasiwa adalah pribumi digital, yang sejak lahir beragam teknologi informasi sudah berada dalam jangkauan,” terangnya.

 

Prof Maskuri menambahkan, masa depan bukan milik mereka yang hanya sanggup mengikuti narasi publik seperti buih. Karenanya mahasiswa harus melatih diri menjadi pemikir mandiri dan jiwa entrepreneur yang tinggi.

 

"Oleh karena itu, saudara harus mengasah kreativitas untuk menghasilkan inovasi yang sanggup menjadi tantangan zaman," tambah pria kelahiran Tuban 1967 tersebut.

 

Dirinya mengungkapkan, sehebat apapun mahasiswa tetapi tanpa bingkai watak atau moralitas dengan kualitas tinggi, kehadiran mahasiswa tidak akan menjadi bagian dari solusi. Tetapi sebaliknya, justru menjadi bagian dari masalah.

 

Prof Maskuri mengajak agar mahasiswa menjadi manusia yang memiliki watak baru dan lebih baik. Meninggalkan jejak digital yang kurang baik, dan ubah yang lebih baik. Menyongsong sinar harapan kesuksesan melalui kerja cerdas dan bermoral.

 

"Jika saudara merasa perlu, hapus jejak suram tersebut ketika masih terlacak, dengan cara meminta maaf dan dengan sikap yang lebih bermartabat," ajaknya.

 

Beberapa tokoh nasional menjadi narasumber dalam kegiatan ini diantaranya Prof Dr (HC) KH Ma ruf Amin Wakil Presiden RI, Dr Ahmad Basorah MH Wakil Ketua MPR RI, Dr (HC) H Abdul Muhaimin Iskandar MSi Wakil Ketua DPR RI, Prof Dr Mahfud Menkopolhukam. Nadiem Anwar Makarim Mendikbudristek, H Yagut Cholil Doumas Menteri Agama, Johnny Gerard Plate Menteri Komunikasi dan Informatika, Dr Drs Boy Rafli Amar MH Kepala BNPT.


Pendidikan Terbaru