• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 28 September 2022

Pendidikan

Unisma Komitmen Bangun Ekosistem Digital Ramah Lingkungan

Unisma Komitmen Bangun Ekosistem Digital Ramah Lingkungan
Konferensi Pers dan penandatanganan MoU Unisma dalam mewujudkan ekosistem digital ramah lingkungan. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli)
Konferensi Pers dan penandatanganan MoU Unisma dalam mewujudkan ekosistem digital ramah lingkungan. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli)

Malang, NU Online Jatim

Universitas Islam Malang (Unisma) berkomitmen mewujudkan ekosistem digital ramah lingkungan. Upaya tersebut diwujudkan dalam penandatanganan MoU, stadium general pelatihan mobile digital academy dan eco creative, peluncuran kompetisi film dan nonton bareng. Beberapa instansi yang bekerja sama di antaranya adalah NU Channel, Danone, Telkom Indonesia, serta Bank BNI.

 

Rektor Unisma, Prof Maskuri mengatakan kegiatan tersebut akan menjadi tonggak lompatan kemajuan ekosistem digital ramah lingkungan.

 

"Kolaborasi saat ini sedang kita lakukan. Ketika kami melihat kemajuan, kami akan melihat dari sisi lain dan konsep adaptasi yang sangat urgent," kata Prof Maskuri, dalam Pers Conference di Lantai 4 Gedung Pusat Unisma, Rabu (13/10).

 

Unisma menekankan, pentingnya berpikir kritis dengan kajian-kajian riset yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen secara masif dari berbagai perspektif keilmuan.

 

Kemudian, kreativitas dan kolaborasi yang terus dikembangkan untuk membagun sebuah imajiansi baru. Dari produktivitas tersebut dapat membuahkan inovasi yang akan memberikan dampak kepada masyarakat.

 

"Kami selalu berusaha dalam membawa perubahan kampus Unisma. Supaya bisa bersaing perguruan tinggi termuka baik di Indonesia maupun dunia," terangnya.

 

Sementara Wakil Sekretaris Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Imam Pituduh yang ikut dalam forum mengungkapkan, bahwa Unisma harus menjadi tolok ukur dalam pembangunan ekosistem digital.

 

"Perguruan tinggi adalah grand desain untuk membangun ekosistem masyarakat digital yang ramah terhadap lingkungan. Apalagi Unisma sebagai kampus terbaik NU,” ungkap Kiai Imam Pituduh.

 

Sutradara film Super Santri: Konspirasi Menguasai Negeri itu menjelaskan, ada lima tantangan besar yang akan dihadapi kader NU sekarang dan di masa akan datang. Tantangan tersebut tidak main-main karena menyangkut isu global.

 

"Lima tantangan besar ke depan tersebut meliputi, pop culture war, digital war, currency war, biological warfare, dan food water and energy war," jelasnya.

 

Menurutnya, sekarang masyarakat Indonesia menghadapi bencana ekologis terhadap perubahan iklim. Sehingga harus bersama-sama dalam mengurangi agar tidak lebih parah.

 

Kiai Imam Pituduh menambahkan, pemerintah pusat tidak bisa sendiri untuk mencetak sembilan juta talenta digital ramah lingkungan. Termasuk pihak provider dan kampus juga tidak bisa berjalan sendiri. Tetapi, perguruan tinggi merupakan inkubator dari program tersebut.

 

"Dimulailah dari kita sendiri untuk membangun ekosistem digital Indonesia yang ramah lingkungan," tandasnya.


Pendidikan Terbaru