• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 23 Januari 2022

Pustaka

Begini Cara Lambungkan Potensi Diri ala Wirda Mansur

Begini Cara Lambungkan Potensi Diri ala Wirda Mansur
Wirda Mansur berbagi kalimat motivasi agar pembaca kian sukses. (Foto: NOJ/SEc)
Wirda Mansur berbagi kalimat motivasi agar pembaca kian sukses. (Foto: NOJ/SEc)

Pengarang buku ini adalah Wirda Mansur, putri pertama dari Ustadz Yusuf Mansur. Awal kali penulis mengenalnya lewat buku pertama yang diterbitkan dengan judul ‘Reach Your Dreams’, saat itu penulis duduk di kelas VII MTs, meminjamnya dari teman sekamar di pondok. Dari buku itu banyak belajar dan sangat termotivasi dengan kehidupan Wirda. 

 

Bisa dikata, sejak itu penulis kagum dengan karyanya. Hal itu pula yang membuat penulis dan mungkin lainnya untuk selalu membaca buku-buku karya dia, meski sekadar meminjam, dan mencatat beberapa poin penting. 

 

Darinya membuat penulis juga terpancing, ya walaupun sekadar menulis curhatan. Dan ada sekitar tujuh buku yang penulis habiskan untuk coret-coret, sampai ketika di ulang tahun teman selalu memberikan buku diary yang cantik, saking hobi coret-coret. 

 

Ada lima buku yang sudah dihasilkan Wirda, sang hafidzah berparas menawan ini, ‘Reach Your Dreams’, tentang bagaimana kita optimis untuk meraih mimpi. Yang kedua ‘Be Calm. Be Strong, Be Greatfull’ tentang bagaimana memperjuangkan mimpi meski jatuh bangun harus tetap kuat, dan selalu bersyukur. 

 

Buku ketiga ‘Be The New You’ tentang mengikhlaskan sesuatu yang sudah berlalu agar tidak terlalu larut dalam kesedihan. Sebab masih banyak jalan yang bisa ditempuh. Buku keempat ‘Remember Me I Will Remember You’ tentang bagaimana Allah sayang kepada hamba, dan berbagai keajaiban ketika mengingat Dia.

 

Dalam setiap bukunya, pengarang selalu menuliskan betapa pentingnya komunikasi seorang hamba dengan Allah, Sang Pencipta alam semesta. Sebab ketika komunikasi terjaga dengan baik apapun yang diingin tidak ada yang mustahil. Tak hanya itu, juga selalu mengingatkan pembaca untuk bershalawat agar segala urusan dipermudah. 

 

Buku-buku Wirda bercerita tentang pengalaman pribadinya, tentu dengan bahasa kekinian yang ‘Gue bangetlah’ kata anak muda zaman sekarang. Dan buku ‘Unlimited You’ ini juga tak kalah keren dari sebelumnya. Pembaca akan banyak mencatat poin penting yang bisa dijadikan motivasi, terutama untuk penulis yang gampang ‘insyecure’. 

 

Isi Buku
Di buku kelima ini, diawali dengan ajakan untuk berpikir positif. Memang sih, berpikir positif suatu hal yang cukup sulit. Apalagi untuk usia remaja yang masih sangat labil. Di sini Wirda memberikan pengertian, serta penjelasan ketika berpikir positif, maka sekitar kita pun akan positif, husnuddzan dengan segala hal yang dialami.

 

Dirinya juga mengajak untuk selalu mengingat Allah dalam segala hal, entah ketika memulai sesuatu atau mengakhirinya. Sebab segala hal akan terasa mudah ketika kita mengingat Dia. Dan ketika punya Allah, kita punya segalanya. Seperti yang Wirda tulis: We have Allah, we have everything. Jika kita benar-benar yakin bahwa Allah ada bersama kita, nggak ada lagi yang menjadi kekhawatiran atau beban.

 

Poin berikutnya, di sini pembaca juga diajarkan menciptakan bahagia sendiri, meskipun sesekali perlu kesedihan mengimbangi. Tetapi, bahagia atau tidak, itu tercipta dari pikiran sendiri. Tidak ada orang yang hidupnya mulus. Seenak-enaknya hidup pasti ada suka dan duka. Dan jangan berkecil hati, dengan apa yang dimiliki, sebab pasti kita memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain, begitu pula sebaliknya.

 

Selanjutnya, Wirda menunjukkan betapa dahsyatnya ucapan dan kalimat yang mengandung kekuatan. Percaya atau tidak, ucapan dapat memberikan dampak pada kehidupan. Orang-orang bilang jangan sembrono kalau ngomong, sebab apa yang diucapkan bisa saja terjadi. Maka dari itu ia mengajak untuk selalu berkata positif, jangan mengungkit-ungkit atau menceritakan hal yang telah lalu. Bisa saja itu adalah sebab kenapa kita stag, atau tidak ada perubahan.

 

Poin yang menurut penulis paling uwu di sini, Wirda memberikan pemahaman ke pembaca, bahwa kemampuan itu diciptakan.Nah lo gimana tuh? Kebanyakan dari kita tidak percaya diri dengan kemampuan, padahal itu kesalahan besar. Seharusnya, kita asah apa yang dimiliki. Ya, memang sulit tapi apa salahnya terus mencoba. Jika gagal pun jangan mudah berkecil hati. Jika tidak melakukan perubahan saat ini, kapan lagi? Hal tersebut seperti yang Wirda ungkapkan: Kemampuan manusia memang serba terbatas. Untuk itu lihatnya ke Allah saja. Kemampuannya yang super-unlimited. Sehingga, kita pun bisa ketularan unlimitednya. Sebab jika kita meminta Allah akan memberi.

 

Memang setiap perjalanan pasti ada suka dan duka. Kebanyakan dari kita gagal lalu menyerah. Padahal masih banyak jalan menuju roma. Gagal bukan alasan untuk menyerah, gagal bukan berarti hilang harapan. Wirda mengingatkan bahwa jangan kehilangan harapan, bahkan saat berada di titik terendahmu. Gagal bukan berarti tak ada harapan, gagal bukan berarti tak ada masa depan. Justru malah makin ada harapan untuk bangkit, ada harapan untuk berhasil.

 

Setelah menciptakan kemampuan, percaya diri atas kemampuan, Wirda juga mengingatkan pembaca. Ketika sudah memiliki semuanya, diajak untuk tidak takut membuat impian yang gede. Tapi, harus diimbangi dengan doa, ikhtiar dlahir dan batin harus seimbang. Karena doa menjadi salah satu wasilah untuk menggapai mimpi. Bagaimanapun mustahilnya sebuah doa kita, ingat, mustahil itu ukuran manusia. Sudah pasti nggak ada yang mustahil buat Allah SWT.

 

Tak hanya itu, kita juga perlu bersyukur dalam keadaan apa pun, agar tidak gampang menyerah begitu saja, dan menikmati setiap proses yang dilalui. Satu lagi yang perlu dan sangat perlu, apa pun yang dilalui percayalah, atas izin Allah pasti bisa melaluinya. Sebab ‘laa haulaa wa laa quata illallah,maka serahkanlah segala urusan kepada Allah, selalu ikhtiar dan tawakal, insyaaallah akan lulus jalur tol. 

 

Nah, dari berbagai poin tadi cukup open mindset banget kan? Jadi buku ini cocok buat kalian yang masih bingung harus ngapain, masih ngerasa ngga punya kemampuan, padahal Allah nyiptain manusia pasti ada keistimewaannya. 

 

Kelebihan yang lain dari buku ini bahasanya komunikatif banget. Jadi, pembaca seolah diajak ngobrol lewat tulisannya. Hampir di setiap bab di buku  ini ada kolom kosong agar kita isi, entah tentang motivasi, harapan atau apa mimpi yang ingin diraih 10 tahun ke depan. So mantab banget bukunya. 

 

Kutipan terakhir yang bikin tambah uwu banget di buku ini: Gali potensimu dan raih mimpi-mimpi. Kamu bisa jadi apa saja. Kamu bisa melakukan apa saja. Dengan impian tak terbatas. Percaya dan yakinlah dengan impianmu.

 

Identitas Buku

Judul: Unlimited You
Penulis: Wirda Mansur
Penyunting:  Widyawati Oktavia
Penerbit: Kata Depan, Perum Executive Village E9, Depok, Jawa Barat
Cetakan: Keempat, Mei 2020
Halaman: x + 282 hlm; 13 × 19 cm
ISBN: 978-623-7567-19-6
Harga: Rp99.000,- (Pulau Jawa)
Peresensi: Ika Nur Fitriani, Ketua PKPT IPPNU UNU Blitar dan Pegiat Literasi.


Editor:

Pustaka Terbaru