Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Galau? Hindari Curhat di Medsos, Baca Doa Ini

Galau? Hindari Curhat di Medsos, Baca Doa Ini
Hindari berkeluh kesah di media sosial. (Foto: NOJ/GKn)
Hindari berkeluh kesah di media sosial. (Foto: NOJ/GKn)

Problematika hidup adalah bagian tidak terpisahkan dalam keseharian. Ada kalanya kita mampu menyelesaikan masalah yang ada dengan seketika, namun tidak sedikit yang membutuhkan waktu lama. Jalannya juga kadang berliku, termasuk melibatkan banyak pihak.

 

Namun ketika persoalan yang dihadapi demikian pelik, pelampiasannya juga beragam. Ada yang bisa menyalurkan melalui kegiatan positif, akan tetapi sebagian lain justru sebaliknya.

 

Salah satu yang harus dihindari ketika tengah menghadapi masalah, adalah menyampaikan keluh kesah di media sosial atau medsos. Justru yang disarankan dalam agama Islam adalah langsung mengadu dan berdoa kepada Allah SWT agar kegalauan maupun kerisauan hati bisa terobati.

 

Galau dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti kacau tidak keruan (pikiran). Sementara risau dalam KBBI berarti gelisah atau rusuh hati. Kegalauan dan kerisauan sekali waktu hinggap. Pada saat seperti itu dunia terasa berhenti berputar karena suasana batin yang sedang kalut dan cemas.

 

Artikel diambil dari: Doa saat Galau dan Risau

 

Pada saat seperti ini kita dianjurkan untuk membaca doa riwayat Ibnu Sinni sebagai berikut:

 

 أعُوذُ بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّياطِينِ وأنْ يَحْضُرُونِ‏

 

A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min ghadhabihī, wa ‘iqābihī, wa syarri ‘ibādihī, wa min hamazātis syayāthīni wa an yahdhurūn.

 

Artinya: Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, keburukan hamba-Nya, gangguan setan, dan setan yang hadir.

 

Doa ini dapat dibaca ketika galau dan risau serta cemas menyergap di malam hari sehingga tidak bisa tidur.

 

Doa ini pernah diajarkan oleh Rasulullah saw kepada sahabat Al-Walid Ibnul Walid:

 

 روينا في كتاب ابن السني، عن الوليد بن الوليد رضي اللّه عنه أنه قال‏:‏ يارسول اللّه‏!‏ إني أجدُ وحشةً، قال‏:‏‏"‏إذَا أخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَقُلْ‏:‏ أعُوذُ بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّياطِينِ وأنْ يَحْضُرُونِ‏.‏ فإنَّها لا تَضُرُّكَ أوْ لا تَقْرَبُكَ‏

 

Artinya: Diriwayatkan kepada kami di kitab Ibnu Sinni dari Al-Walid Ibnul Walid RA, ia berkata: Wahai Rasulullah, saya merasa gelisah. Bila kau naik ke tempat tidur, hendaklah berdoa: ‘A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min ghadhabihī, wa ‘iqābihī, wa syarri ‘ibādihī, wa min hamazātis syayāthīni wa an yahdhurūn. Niscaya ia tidak membahayakanmu atau tidak mendekatimu. (HR Ibnu Sinni).

 

Adapun berikut ini adalah lafal doa yang juga dapat dibaca di kala seseorang dipenjara oleh rasa cemas. Doa ini diriwayatkan oleh Imam At-Thabarani.

 

 سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوْسِ رَبِّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ  جَلَّلْتَ السَّمَوَاتِ وَ الأرْضَ بالعِزَّةِ والجبَرُوتِ

 

Subhānal malikil quddūs, rabbil malā’ikati war rūh, jallaltas samāwāti wal ardha bil ‘izzati wal jabarūt.

 

Artinya: Maha suci Tuhan yang kudus, Tuhan para malaikat dan Jibril. Kau besarkan langit dan bumi dengan kemuliaan dan kekuasaan-Mu.

 

Doa ini dikutip oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam karyanya yang membahas doa, Al-Wabilus Shayyib minal Kalimit Thayyib, [Kairo, Darur Rayyan lit Turats: 1987 M/1408 H], cetakan pertama, halaman 225).

 

 عن البراء بن عازب أن رجلا اشتكى إلى رسول الله  - صلى الله عليه وسلم -  الوحشة، فقال قل : سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوْسِ رَبِّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ  جَلَّلْتَ السَّمَوَاتِ وَ الأرْضَ بالعِزَّةِ والجبَرُوتِ، فقالها الرجل فذهب عنه الوحشة

 

Artinya: Dari Al-Barra bin Azib bahwa seseorang mengadu kepada Rasululah SAW perihal kerisauannya. Rasulullah memerintahkan: Bacalah ‘subhānal malikil quddūs, rabbil malā’ikati war rūh, jallaltas samāwāti wal ardha bil ‘izzati wal jabarūt’. Orang itu kemudian mematuhinya sehingga kerisauan itu pergi.

 

Kedua lafal di atas dapat dibaca ketika dirundung galau dan risau berat sehingga kadang tidak tahu harus berbuat apa. Semoga doa yang ada bermanfaat bagi kita yang sedang galau dan risau. Wallahu a’lam.

Iklan promosi NU Online Jatim