Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Habib Mahdi: Menghargai Seluruh Alam Semesta adalah Wujud Toleransi

Habib Mahdi: Menghargai Seluruh Alam Semesta adalah Wujud Toleransi
Habib Mahdi Al-Khirid. (Foto: NOJ/istimewa)
Habib Mahdi Al-Khirid. (Foto: NOJ/istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Hari Toleransi Internasional resmi ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 16 November 1995. Dan pada tahun ini bertepatan dengan hari ulang tahun PBB yang ke 50.

 

Menilik lebih jauh, di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang notabenenya memiliki banyak suku, ras, etnis, bahkan agama, toleransi adalah hal penting yang perlu diterapkan. Memaknai toleransi, Habib Mahdi Al-Khirid, Wakil Ketua Bidang Cyber & Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur, memaparkan bahwa toleransi dimaknai sebagai sikap menghormati dan sikap memahami satu sama lain.

 

“Makna toleransi bagi saya adalah mengedepankan sikap hormat dan tentu juga sikap memahami. Jadi, sikap hormat yang dimaksud tersebut adalah menghormati antar kelompok masyarakat yang berbeda, baik secara etnis, suku, ras, maupun agama,” ujarnya.

 

Lebih lanjut Habib Mahdi, sapaan akrab Habib Mahdi Al-Khirid toleransi juga bermakna sikap saling menghargai. Menurutnya, toleransi juga bermakna sikap saling menghargai. 

 

“Jadi, sebagai wujud bahwa kita menghargai adalah menghargai yang tidak hanya sesama manusia, melainkan juga ke alam semesta. Alam semesta ini termasuk didalamnya hewan, gunung, hingga tumbuh-tumbuhan. Hal tersebut adalah tanda bahwa kita hidup berdampingan dengan makhluk Allah yang lain,” lanjutnya.

 

Habib Mahdi, juga menyatakan bahwa membangun rasa toleransi dimulai dari hal kecil terlebih dahulu yakni lingkungan tempat tinggal.

 

“Sikap toleransi bisa kita mulai saat di lingkungan tempat tinggal kita. Bisa tingkat kelurahan atau desa kita sendiri terlebih dahulu,” ungkapnya.

 

Selain itu, Habib Mahdi juga menambahkan bahwa sosok luar biasa yang patut dijadikan teladan perihal toleransi yakni Gus Dur. Sikap toleransi yang dicontohkan Gus Dur sangat relevan jika diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat utamanya bagi jamiyah Nahdlatul Ulama.

 

“Gus Dur memiliki sikap toleransi yang tinggi. Dan hal tersebut perlu dicontoh oleh kita semua. Karena sikap toleransi itu penting. Masyarakat bisa damai, tentram sentosa jika kita semua selalu bersikap toleransi,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Anita

Editor: Risma Savhira

PWNU Jatim Harlah