Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Menyongsong Pendidikan, IPNU IPPNU Mojokerto Dirikan Educare

Menyongsong Pendidikan, IPNU IPPNU Mojokerto Dirikan Educare
Program IPNU IPPNU Educare Bimbel Merdeka. (Foto: NOJ/IN)
Program IPNU IPPNU Educare Bimbel Merdeka. (Foto: NOJ/IN)

Mojokerto, NU Online Jatim
Pendidikan adalah komponen terpenting dalam kehidupan manusia. Melalui pendidikan diharapkan menjadi sarana pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) generasi penerus bangsa di masa yang akan datang. Selaras dengan kutipan Ki Hadjar Dewantara, bahwa pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada peserta didik agar sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup setinggi-tingginya.

 

"Rumahku adalah sekolahku dan semua orang adalah guruku," pesan kutipan Ki Hadjar Dewantara.

 

Hal ini juga sejalan dengan program yang dilaksanakan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dengan membuat program IPNU IPPNU Educare dengan nama 'Bimbel Merdeka'. Program ini didirikan pada 17 Agustus 2020 dan diresmikan pada 24 Agustus 2020 oleh ketua IPNU IPPNU periode 2018-2020.

 

Zakariya selaku mantan koordinator Pimpinan Cabang (PC) IPNU Educare 2018-2020 mengatakan berbicara soal pendidikan tentu tidak luput dari sistem penyelenggaraan dan juga model pembelajaran yang akan dilaksanakan. Seiring dengan berkembangnya zaman, strategi dan model pembelajaran menjadi penentu suksesnya Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM).

 

"Berbagai model pembelajaran pada saat ini sudah meliputi berbagai macam hal, mulai dari model pembelajaran kontekstual serta terintegrasi pada pendidikan karakter dan soft skill," katanya pada NU Online Jatim, Rabu (03/02/2021).

 

Zaka juga menambahkan sistem kerja dan pengembangan pendidikan sangat menentukan berhasil atau tidaknya proses pengelolaan SDM generasi muda saat ini. 

 

"Sistem yang relevan dengan keadaan saat Ini adalah model utama keberhasilan pendidikan," tambah mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam ini.

 

Selain itu, pemanfaatan teknologi juga menjadi bahan utama kemajuan pendidikan yang sangat meyakinkan. Digitalisasi adalah model pembelajaran yang membawa dampak positif dan negatif bagi semua sistem yang terlibat dalam pendidikan. Katakan saja sarana dan prasarana tentu menjadi tolok ukur dalam relevansi hal tersebut. 

 

"Sarana yang memadai dapat menjadi nilai positif dan sebaliknya, jika sarana prasarana tersebut tak dapat terpenuhi, maka akan menjadi penghalang atau hambatan bagi pengembangan sektor pendidikan," imbuhnya.

 

Pemuda kelahiran Trowulan, Mojokerto ini menegaskan kegiatan pertama yang dilakukan adalah sosialisasi kepada para kader IPNU-IPPNU mengenai program IPNU-IPPNU Educare. Kemudian melanjutkan dengan mengumpulkan kader IPNU-IPPNU yang mendaftar sebagai tentor program ini.

 

"Tujuan program ini adalah agar para pelajar dan pengajar mampu mengaplikasikan strategi pembelajaran secara efektif membentuk watak dan rasa kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan masyarakat sekitar. Serta meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme dengan mengembangkan nilai-nilai pengabdian kegiatan sosial," ungkapnya.

 

IPNU IPPNU Educare di Kabupaten Mojokerto yang sudah terbentuk berjumlah 13 Bimbel Merdeka.

 

"Salah satunya Bimbel Merdeka di Pimpinan Anak Cabang (PAC) Jatirejo telah berkembang pesat dengan jumlah tujuh Bimbel Merdeka yang sudah berdiri dari 18 desa," tandas pemuda kelahiran 1998 ini.

 

Penulis: Indra Nurdien Hakim

Editor: Risma Savhira

Iklan promosi NU Online Jatim