Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Perempuan NU Harus Konsisten Tegakkan Keadilan dan Kesetaraan

Perempuan NU Harus Konsisten Tegakkan Keadilan dan Kesetaraan
Dewi Winarti, Ketua Fatayat NU Jawa Timur. (Foto: NOJ/NO)
Dewi Winarti, Ketua Fatayat NU Jawa Timur. (Foto: NOJ/NO)

Surabaya, NU Online Jatim

Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November memang selalu memiliki kesan tersendiri utamanya bagi generasi muda Indonesia. Momentum ini sejatinya tidak boleh lupa pada sejarah para pahlawan yang memperjuangkan Indonesia.


Sahabat Dewi Winarti, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur mengungkapkan bahwa Hari Pahlawan merupakan refleksi perjuangan para pahlawan terdahulu.


“Menurut saya Hari Pahlawan merupakan hari penyemangat kita untuk merefleksikan perjuangan para pahlawan. Agar kita bisa terpacu untuk menjadi penerus yang lebih baik lagi,” jelasnya.

 

Berbicara terkait pahlawan, Sahabat Dewi Winarti memaparkan bahwa pahlawan adalah orang yang berjasa dan hal tersebut juga dilakukan oleh kaum perempuan.

 

“Pahlawan merupakan orang yang berjasa kepada siapapun dan ini termasuk perempuan. Karena perempuan yang awalnya dulu menjadi kelompok rentan, saat ini sedikit demi sedikit ada perubahan dalam hal kesetaraan dan keadilan gender. Sehingga saat ini perempuan posisinya lebih bagus dibanding sebelumnya,” terangnya.

 

Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa sosok pahlawan perempuan utamanya yang mewakili NU tak lepas dari para pendiri Fatayat NU.


“Sosok pahlawan perempuan utamanya di lingkungan NU Jawa Timur adalah para pendiri Fatayat NU yang dikenal sebagai tiga serangkai, yaitu Ibu Nyai Khuzaemah Mansur, Ibu Nyai Aminah Mansur dan Ibu Nyai Murtosijah Chamid,” ujarnya.

 

Sosok perempuan kini harus konsisten memperjuangkan hak-hak perempuan. Sahabat Dewi Winarti juga berharap kaum perempuan utamanya perempuan NU untuk terus bersama dalam menegakkan keadilan.

 

“Sebagai seorang perempuan pejuang, kita harus konsisten memperjuangkan hak-hak perempuan. Perempuan NU harus bergandeng tangan menuju adil dan setara. Sehingga perannya dibutuhkan setiap waktu,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Anita

Editor: Risma Savhira

Iklan promosi NU Online Jatim