Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Sejumlah Aktivis Bantu Rumah Kader Ansor di Ponorogo yang Terbakar

Sejumlah Aktivis Bantu Rumah Kader Ansor di Ponorogo yang Terbakar
Bantuan diberikan kepada Nur Abadi, kader Ansor yang rumahnya terbakar. (Foto: NOJ/Husnul K)
Bantuan diberikan kepada Nur Abadi, kader Ansor yang rumahnya terbakar. (Foto: NOJ/Husnul K)

Ponorogo,  NU Online Jatim

Rasa sedih tidak terperi dialami Nur Abadi. Rumah kebanggaan akhirnya hangus dilalap si-jago merah. Tentu saja hal tersebut membuatnya bersedih lantaran tidak memiliki lagi tempat untuk berteduh.

 

Kepada NU Online Jatim, warga Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung,  Kabupaten Ponorogo tersebut bercerita kejadian yang dialami. Kala itu, Kamis (05/05/2021) sekitar pukul 02.30 dini hari, rumahnya hangus tanpa bekas. Seluruh isinya ludes.

 

Aktivis Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Pulung tersebut menjelaskan bahwa pada saat kejadian, rumahnya sedang sepi.

 

“Waktu itu saya sedang ke masjid untuk shalat qiyamul laili,” katanya, Senin (10/05/2021).

 

Namun belum lama berada di masjid untuk berburu lailatul qadar, tiba-tiba ada yang memberikan kabar bahwa rumahnya terbakar. Antara percaya dan tidak, dirinya segera bergegas untuk melihat keadaan yang ada. Demikian juga berupaya menyelamatkan barang berharga.

 

“Tapi mau mematikan api sudah terlanjur besar, sedang di sini air juga susah," ungkapnya.

 

Akhirnya ia harus merelakan rumah dan seisinya lenyap seakan ditelan bumi.

 

Bantuan dari Sejumlah Elemen NU

Ketika terjadi suatu musibah, salah satu harapan dari korban adalah pertolongan. Ini juga yang menggugah jiwa kemanusian pelajar Nahdlatul Ulama dari badan otonom Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Ponorogo. Yang terjun langsung adalah dari Lembaga Corp Brigade Pembangunan (CBP)/Korp Pembangunan Putri (KPP) dengan dibantu Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) setempat. 

 

"CBP-KPP berkolaborasi dengan LPBINU Ponorogo menyalurkan bantuan secara bersama,” kata Risalatul Muawanah, Komandan KPP Ponorogo.

 

Disampaikan bahwa nantinya jika ada kejadian serupa, pihaknya bisa melakukan bersama dengan Rumah Sakit Muslimat atau NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

 

“Atau bahkan kita bisa berkoordinasi untuk melakukannya secara bersama," ungkapnya. 

 

Muhammad Rifa’i lebih lanjut menjelaskan bahwa CBP KPP merupakan lembaga dari IPNU-IPPNU yang bergerak dalam bidang kepanduan.Salah satu divisi dalam lembaga ini adalah divisi kemanusiaan dan lingkungan hidup.

 

“Salah satu dari tugas dari divisi ini ialah menolong dan membantu korban yang sedang terkena musibah maupun bencana," kata Komandan DKC CBP Ponorogo tersebut.

 

Selain meringankan beban korban, keberadaannya ingin mengingatkan kembali akan pentingnya tolong menolong.

 

“Tolong menolong atau attaawun juga merupakan salah satu butir dari isi gerakan mabadi khaira ummah yang merupakan langkah awal untuk pembentukan umat terbaik. Sehingga sifat ini harus ditanamkan kepada para kader maupun generasi penerus NU mulai sejak usia pelajar,” jelas dia.

 

Dikemukakan pula bahwa dalam upaya penanganan bencana perlu adanya sinergi. Bisa lintas badan otonom atau banom maupun lembaga NU  untuk melakukan kegiatan sosial kemanusiaan. 

 

Editor: Syaifullah


Editor:
F1 Promosi