Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Suami Dosen Unusa Ada di Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang Hilang

Suami Dosen Unusa Ada di Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang Hilang
Dosen Unusa Berda Asmara menunjukkan foto suaminya, Serda Mes Guntur Ari Prasetya, salah satu kru yang ada di dalam kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di Perairan Bali. (Foto: Istimewa)
Dosen Unusa Berda Asmara menunjukkan foto suaminya, Serda Mes Guntur Ari Prasetya, salah satu kru yang ada di dalam kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di Perairan Bali. (Foto: Istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Keluarga besar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) turut harap-harap cemas atas kejadian hilangnya kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di Perairan Bali sejak Rabu kemarin (21/04/2021). Pasalnya, salah satu kru di dalam kapal tersebut adalah Serda Mes Guntur Ari Prasetya, suami dari dosen PAUD Unusa, Berda Asmara.

 

"Seperti biasa saya diantarkan ke rumah orang tua terlebih dahulu dan pamitan mau berangkat layar. (Guntur) Hanya bilang doain selamat, Dik," cerita Berda dihubungi wartawan pada Kamis (22/04/2021).

 

Di KRI Nanggala 402 itu, Guntur bertugas sebagai juru diesel. Berda mengatakan bahwa sebelum berangkat suaminya tinggal lima hari di rumah setelah beberapa hari melakukan pelayaran dengan kesatuannya. Setiap pulang, suaminya selalu menanyakan keadaan Berda dan anaknya.

 

Berda dan Guntur sudah membangun rumah tangga selama tiga belas tahun. Keduanya dikarunia satu anak berusia delapan tahun. Berda mengaku kenal pertama kali dengan Guntur selulus SMA. Berda kemudian kuliah dan menikah dengan Guntur ketika semester dua.

 

Sejak awal mengikat komitmen berkeluarga, Guntur sudah memberitahukan bahwa bekerja di pelayaran berisiko tinggi. “(Suami saya) Nunjukin video kapal selam Rusia yang hilang. Jadi mau tidak mau, siap tidak siap, ya, harus siap," tuturnya.

 

Kendati sudah diwanti-wanti soal risiko, Berda nyatanya belum begitu siap menerima kenyataan ketika menerima informasi bahwa kapal selam yang ditumpangi suaminya hilang kontak. Ia mengaku langsung menangis.

 

Berda mengaku pertama kali menerima informasi mencemaskan itu dari grup ibu-ibu Nanggala KRI 402 setelah buka puasa pada Rabu kemarin. Ia kemudian mencari sendiri kejelasan informasi tersebut dari pemberitaan di media.

 

"Sekarang kami menunggu kabar resmi juga, mohon doanya supaya segera ada kabar," katanya.

 

Editor: Nur Faishal

PWNU Jatim