• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 18 Juni 2024

Tapal Kuda

Halal Bihalal PCNU Banyuwangi Wujud Silaturahim dan Konsolidasi Organisasi

Halal Bihalal PCNU Banyuwangi Wujud Silaturahim dan Konsolidasi Organisasi
Ketua PCNU Banyuwangi H Choirul Sholeh Rasyid, saat halal bihalal di Hotel Kokoon, Banyuwangi, Sabtu (11/05/2024). (Foto: NOJ)
Ketua PCNU Banyuwangi H Choirul Sholeh Rasyid, saat halal bihalal di Hotel Kokoon, Banyuwangi, Sabtu (11/05/2024). (Foto: NOJ)

Banyuwangi, NU Online Jatim

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi menggelar halal bihalal di Hotel Kokoon, Banyuwangi, Sabtu (11/05/2024). Acara tersebut sebagai ajang silaturahim sekaligus konsolidasi organisasi kepengurusan karteker dengan segenap keluarga besar NU Banyuwangi.

 

Rais PCNU Banyuwangi KH Athoillah Sholahuddin Anwar mengatakan, bahwa kepengurusan karteker adalah upaya penegakan organisasi. Ia pun mengajak semua pihak agar tidak terus-terusan berdebat tentang kebenaran.

 

“Mari kita tidak usah terus-terusan berdebat. Aturannya sudah jelas, ada Anggaran Dasar, ada Anggaran Rumah Tangga, dan juga Perkum,” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Lirboyo, Kediri itu.

 

Kiai yang juga salah satu Katib Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengajak seluruh pengurus NU untuk memahami aturan organisasi. Dengan mengacu pada aturan itulah, maka akan terbentuk kepengurusan yang koheren dari tingkat pusat hingga paling bawah.

 

“Nuwun sewu, jangan sampai setiap tingkatan ini mlaku dewe-dewe (jalan sendiri-sendiri). PBNU menginginkan semuanya ini bisa tegak lurus,” tegasnya.

 

Sementara Ketua PCNU Banyuwangi H Choirul Sholeh Rasyid menyampaikan, halal bihalal tersebut merupakan kegiatan umum perdana yang dilakukan oleh kepengurusan karteker PCNU Banyuwangi.

 

“Kami mohon doa kepada para masyayikh Banyuwangi agar supaya tugas kami dari PBNU ini berjalan dengan lancar,” ungkap pria yang juga menjabat dalam jajaran Ketua PBNU itu.

 

Choirul menegaskan bahwa kepengurusan karteker ini semata-mata adalah mekanisme organisasi. Tidak berkaitan dengan kepentingan apapun, apalagi kepentingan politik praktis.

 

“Karena tidak terpenuhinya aturan yang ditetapkan dalam AD/ART dan Peraturan Perkumpulan NU, maka harus dikarteker sebagai upaya penerbitan organisasi,” pungkasnya.

 

Sebagai informasi, ratusan jamaah atau Nahdliyin menghadiri kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Banyuwangi. Begitu pula para pengurus lembaga dan badan otonom NU di bawah naungan PCNU Banyuwangi.

 

Selain itu, hadir pula puluhan kiai sepuh. Di antaranya KH Hisyam Syafaat, KH Hasan Thoha, KH Ali Hasan Kafrawi, KH Masykur Ali, KH Achmad Wahyudi, KH Achmad Shiddiq, KH Damanhuri, KH Hasan Shonhaji, dan puluhan kiai lainnya.


Tapal Kuda Terbaru