• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 April 2024

Tapal Kuda

Ketum PBNU: Jadi Pengurus NU Dilarang Mengeluh

Ketum PBNU: Jadi Pengurus NU Dilarang Mengeluh
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. (Foto: NOJ/ Tangkap layar youtube NU Lumajang)
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. (Foto: NOJ/ Tangkap layar youtube NU Lumajang)

Lumajang, NU Online Jatim

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan, menjadi pengurus NU di tingkat apapun tidak boleh mengeluh. Sebagai pengurus NU, selain mengurus organisasi NU harus bisa mengayomi warga NU dan menerima segala keluh kesahnya kemudian memberi solusi atas persoalan yang dihadapi.


Penegasan itu disampaikan Gus Yahya dalam acara silaturahim PBNU bersama seluruh elemen pengurus NU Lumajang dari semua tingkatan. Agenda tersebut dipusatkan di Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, Selasa (10/01/2023) malam.


"Pengurus NU tidak berhak mengeluh. Saya tidak tahu dosa atau tidak mengeluh itu, jangan-jangan dosa. Yang boleh mengeluh adalah jamaah atau warga NU di luar struktural, pengurus jangan ikut mengeluh," ujar Gus Yahya.


Ia pun menceritakan ihwal dirinya yang dinasihati sewaktu sowan kepada KH Ahmad Mustofa Bisri. Disebutkan, komitmen menjadi pengurus NU dengan berani berbaiat harus betul-betul dipegang dan dilaksanakan, apapun tugas dan risikonya.


"Saya pernah dimarahi Gus Mus, beliau mengatakan kamu kok ngeluh, wong jadi pengurus minta-minta sendiri. Memang saya terang-terangan waktu itu untuk maju sebagai ketua umum. Kata beliau, ngelamar sendiri ya harus dilakukan, jangan mengeluh dengan risikonya," imbuhnya.


Apalagi, lanjut Gus Yahya, menyongsong usia 1 abad NU menuju abad kedua ini, semua pengurus NU, lembaga dan banom NU harus turut memeriahkan dengan bermacam giat program.


"Hal tersebut tentu sebagai hadiah di momentum istimewa yang jarang terjadi, meskipun harus menguras banyak energi," ungkapnya.


Untuk itu, pihaknya pun ngotot melakukan dan menginisiasi berbagai program strategis penataan organisasi ke depan. Tentu, hal tersebut akan membutuhkan mobilisasi energi yang lebih besar lagi.


"Karenanya kita harus menjadikan ini sebagai kesempatan untuk membuat karya istimewa sebagai rasa syukur atas takdir istimewa menunggui NU menyeberangi menuju abad kedua," tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru