• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 15 Agustus 2022

Tapal Kuda

KH Husein Muhammad Jelaskan Kelebihan Istri Nabi, Siti Khodijah

KH Husein Muhammad Jelaskan Kelebihan Istri Nabi, Siti Khodijah
KH Husein Muhammad saat webinar yang digelar PC IPPNU Situbondo. (Foto: NOJ/Diana)
KH Husein Muhammad saat webinar yang digelar PC IPPNU Situbondo. (Foto: NOJ/Diana)

Pasuruan, NU Online Jatim
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Situbondo kembali menggelar webinar ‘Sekolah Perempuan’ secara daring. Kegiatan disiarkan langsung melalui akun Youtube NU Channels, Sabtu (04/09/2021).


KH Husein Muhammad selaku narasumber sebelum memaparkan materi membacakan puisi tentang perempuan cendekia. Yang mana digambarkan punya peran besar di belakang laki-laki dalam membangun peradaban Islam menuju kejayaan. 

 

Dikemukakannya bahwa perempuan dalam Islam memiliki posisi strategis seperti ahli sastra, ahli hukum, sampai aktivis. Padahal saat zaman sebelumnya, kaum Hawa ini dipandang sebagai objek yang hanya untuk ‘dinikmati’, serta tumpuan kemarahan laki-laki.

 

“Perempuan tenggelam di bawah tanah, dimarginalisasi, dan didomestikasi. Jadi saya kira kita harus merefleksikan Islam yang dibawa oleh Nabi,” kata Pengasuh Pesantren Darul Tauhid Cirebon itu.

 

Anggota Dewan Etik Komisi Nasional (Komnas) Perempuan tersebut menjelaskan bahwa Siti Khodijah merupakan istri Rasulullah dan pedagang sukses. Tidak hanya itu, juga seluruh hidupnya dipersembahkan untuk Islam. 

 

kelebihan Khodijah memiliki nasab serta kehormatan tinggi karena termasuk salah satu perempuan terpandang di Jazirah Arab. Kisah asmaranya berawal dari ketertarikan mendengar cerita bahwa Muhammad sangat piawai dan jujur dalam berdagang.

 

“Yang melamar sekaligus memberi mas kawin adalah Siti Khodijah. Ini di luar kebiasaan mainstream,” ungkapnya. 

 

Karena itu Buya Husein menyatakan kalau perempuan menyebut Khodijah sebagai idola dan patut diteladani, maka harusnya berani melamar sekaligus memberi mas kawin kepada calon suami. 


Menurutnya, relasi antara Siti Khodijah dengan Nabi Muhammad adalah bukan mendominasi satu dengan lainnya. Keduanya mencintai bahkan pekerjaan seperti memasak, menyapu, dan mencuci juga turut dikerjakan oleh Muhammad, apalagi yang berkaitan dengan mencari nafkah untuk keluarga. 


Dengan demikian, menurut Buya Husein bahwa saat bersama Khodijah, Nabi Muhammad tidak pernah sedikit pun berpikiran untuk mencari perempuan lain.    


“Sejujurnya yang membuat kita tertarik bukan tubuh dan kata-kata, tetapi relasi hati. Bisa bilang i love you, tapi kalau tidak menyentuh hati ya tidak bisa,” ujar kiai kelahiran 1953 itu.
 

Pada pembukaan webinar bertajuk ‘Siti Khodijah is True Power of Woman: Perempuan Tangguh, Negeri Maju, Yuk Berdaya’ itu hadir pula Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU Jawa Timur, Puput Kurniawati.

 

Penulis: Diana Putri Maulida

Editor: Syafullah


Editor:

Tapal Kuda Terbaru