• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 6 Desember 2022

Tapal Kuda

Masuk Rabiul Awwal, Kiai Achwannuri Sebut Maulid Ibadah Sarat Fadhilah

Masuk Rabiul Awwal, Kiai Achwannuri Sebut Maulid Ibadah Sarat Fadhilah
Kegiatan pengajian rutin Kitab Targhib wa Tarhib lewat Youtube Santri Unisma. (Foto: NOJ/Diana).
Kegiatan pengajian rutin Kitab Targhib wa Tarhib lewat Youtube Santri Unisma. (Foto: NOJ/Diana).

Pasuruan, NU Online Jatim
Pesantren Kampus Ainul Yaqin (PKAY) Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar pengajian kitab Targhib wa Tarhib secara hybrid lewat Youtube Santri Unisma, Kamis (30/09/2021). Kegiatan merupakan rutinan setiap pekan tepatnya di hari Rabu.

 

Pada kesempatan itu, KH Achwannuri sebagai pemateri menjelaskan tentang Maulid Nabi. Ia mengemukakan bahwa orang Islam Ahlussunnah biasa untuk memperingati hari kelahiran Nabi dengan bacaan-bacaan maulid, shalawat, dan sebagainya. Dan hal tersebut dimulai sejak hari pertama bulan Rabiul `Awwal.

 

“Meskipun dari Rasulullah tidak pernah memberi contoh bagaimana bentuk peringatan Maulid Nabi, begitu pula para sahabat, tapi peringatan ini termasuk ibadah dan sesuatu yang baik,” katanya di awal ceramah.

 

Kiai Achwannuri menegaskan apabila tradisi yang baik dilanjutkan, maka akan menjadi sunah hasanah. Lebih lanjut, menurutnya, ada tiga dasar umat Islam dalam melaksanakan ibadah, yaitu sesuatu yang mendapat contoh dari Nabi seperti pelaksanaan shalat lima waktu. Ada juga yang merupakan perintah Nabi semisal sedekah, serta sesuatu yang tidak ada contoh sekaligus perintah tetapi merupakan sebuah fadhilah atau keutamaan apabila mengerjakannya.

 

“Kalau sedekah dicontohkan, maka orang tidak jadi bersedekah. Karena bisa jadi yang disedekahkan di zaman Rasulullah, sekarang sudah tidak ada,” ungkap kiai yang juga merupakan Dewan Pengasuh PKAY Unisma itu.
 

Dirinya ia menyebut perkara yang tidak ada contoh dan perintah langsung dari Nabi adalah membaca shalawat menggunakan kata sayyidina serta merayakan maulid. Akan tetapi, keduanya semata-mata sebagai bentuk pengagungan dan bukan merupakan perbuatan syirik.

 

“Dalam kitab Tafsir Al-Munir, Imam Nawawi menyebutkan bahwa siapa pun yang mengagungkan maulid, kelak dia akan bersama Nabi Muhammad di surga. Jadi pengagungan terhadap Nabi bukanlah perbuatan syirik,” tegas dia.

 

Di penghujung ceramah, Kiai Achwannuri menyimpulkan bahwa peringatan Maulid Nabi jelas mengada-ada atau bid`ah, tetapi bukan bid`ah dhalalah karena di dalamnya terdapat fadhilah.

 

Penulis: Diana Putri Maulida


Editor:

Tapal Kuda Terbaru