• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 29 Mei 2022

Pendidikan

Kemenag RI Apresiasi Simposium Moderasi Beragama di Unisma

Kemenag RI Apresiasi Simposium Moderasi Beragama di Unisma
Simposium dan webinar moderasi beragama di Unisma. (Foto: NOJ/MJ)
Simposium dan webinar moderasi beragama di Unisma. (Foto: NOJ/MJ)

Malang, NU Online Jatim

Universitas Islam Malang (Unisma) menggandeng Direktorat Jendral (Dirjen) Pendidikan Islam dan Direktorat Pondok Pesantren (Pontren) Kementerian Agama RI menggelar Simposium dan Webinar 'Penguatan Pemahaman Moderasi Beragama Untuk Ustadz Pendidikan Pesantren'.

 

Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, tema yang diambil webinar dan simposium luar biasa untuk penguatan para ustadz dalam moderasi beragama. Dirinya mengapresiasi upaya-upaya pencegahan intoleransi dari bawah.

 

"Saya mendukung sekali apa yang dilakukan oleh Dirjen Pendis dan Direktorat Pontren yang bekerja sama dengan Unisma," kata Yaqut Cholil Qoumas melalui webinar, Kamis (30/09/2021).

 

Bertempat di Gedung Bundar Unisma, peserta secara luring mengikuti pemaparan beberapa materi dari Rektor Unisma, Prof Maskuri, Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, juga dari Menteri Agama.

 

Gus Yaqut, sapaan akrabnya menuturkan, kegiatan semacam ini penting untuk memberi pemahaman terkait moderasi beragama.

 

"Mudah-mudahan kontribusi kita bisa berguna bagi negara dan bangsa. Hal tersebut guna membubuhkan nilai moderasi beragama untuk berbangsa dan negara baik dari pendidikan dasar maupun sampai Perguruan Tinggi," imbuh putera dari KH Muhammad Cholil Bisri ini.

 

Menurutnya, simposium dan webinar kali ini sangat progresif sebagai pengamalan tri dharma Unisma sebagai perguruan tertinggi terbaik di Indonesia. Karena pihaknya bakal mengupayakan untuk terus mendukung Unisma, tetapi juga harus ditingkatkan kapasitas prodi dan seterusnya.

 

"Saya kira Unisma adalah cerminan universitas yang lahir dari NU dan dapat berbicara banyak di kancah pendidikan dunia. Saya berharap Unisma tidak hanya terbaik di lingkungan NU tapi juga pengelolaan terbaik Indonesia dan dunia," terang Gus Yaqut.

 

Terakhir, Kemenag RI juga akan membersamai perguruan tinggi agar memberikan pemikiran bersama terkait moderasi beragama agar terus digaungkan dan diimplementasikan dalam ruang kehidupan yang luas.

 

"Kita mulai masuk dunia global. Seperti yang dikatakan Rektor Unisma, bukan berbicara hanya Jawa timur atau Indonesia saja, tapi juga harus masuk dalam percaturan dunia," jelas pria yang pernah menjabat Wakil Bupati Rembang periode 2005–2010 tersebut.

 

Rektor Unisma, Prof Maskuri menyampaikan bahwa moderasi beragama yang diterapkan Unisma berkolaborasi dengan berbagai pihak.

 

"Berkolaborasi dengan instansi atau pondok pesantren baik untuk tolabul ilmi, menggerakkkan hati, damai, sehingga Indonesia tetap terjaga dengan baik," beber Prof Masykuri.

 

Sementara, salah satu peserta, Sekretaris PCNU Kota Malang, Asif Budairi menyebutkan bahwa kegiatan yang diinisiasi Unisma dan Kementerian Agama cukup bagus. Perlu ditindak lanjuti dengan kegiatan nyata dalam kehidupan sehari-hari 

 

"Sangat luar biasa dalam rangka menjaga keutuhan bangsa. Moderasi beragama menawarkan solusi untuk menjaga perdamaian ini sangat positif. Semoga menjadi berkah bagi Unisma dan bangsa," ujar Ustadz Asif.

 

Menurutnya, Kota Malang sebagai kota yang majemuk tiap tahun silih berganti keluar masuk arus penduduk mahasiswa baru dan lulus. Perlu kiranya benteng dan pemahaman yang kuat untuk membendung intoleransi sejak dini.

 

"Kegiatan ini menjadi solusi yang positif untuk menjaga kondusifitas Kota Malang," pungkasnya.


Pendidikan Terbaru