• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 1 Desember 2022

Pendidikan

Unisda Gelar Pelatihan Budidaya Bawang Merah untuk Kelompok Tani

Unisda Gelar Pelatihan Budidaya Bawang Merah untuk Kelompok Tani
Pelatihan budidaya bawang merah di Bojonegoro. (Foto: NOJ/humas)
Pelatihan budidaya bawang merah di Bojonegoro. (Foto: NOJ/humas)

Lamongan, NU Online Jatim

Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan (Unisda) menggelar pelatihan budidaya bawang merah, Jumat (17/09/2021). Kegiatan ini diselenggarakan di Desa Tlogohaji Bojonegoro bekerja sama dengan pemerintah desa dan kelompok tani setempat. Ikut hadir dalam pelatihan diantaranya adalah perangkat desa, PKK, Bumdes, Karang Taruna, serta kelompok tani masyarakat Desa Tlogohaji.

 

Penyuluhan ini merupakan kegiatan lanjutan dari Sosialisasi Pengembangan Desa Agroindustri Bawang Merah. Pada pelatihan kali ini tim PHP2D menghadirkan Suparman dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro dan Bisarul Ihsan sebagai salah satu orang praktisi budidaya bawang merah di Bojonegoro yang cukup sukses.

 

Budidaya bawang merah merupakan komoditi unggul di Kabupaten Bojonegoro. Kebutuhan bawang merah yang semakin meningkat, mengharuskan petani bawang merah untuk memaksimalkan penananaman, mengatur pola perawatan, pemupukan, dan penyemprotan secara teratur. Bisarul ihsan juga menjelaskan bahwa dalam budidaya bawang merah harus memperhatikan beberapa hal.

 

“Untuk memulai budidaya bawang merah kita perlu memperhatikan beberapa hal di antaranya adalah jenis bibit, ph tanah, struktur tanah, ketersediaan air, dan cuaca,” jelasnya.

 

Salah seorang dari kelompok tani Desa Tlogohaji juga sangat antusias dengan menanyakan terkait pengaruh ph tanaman.

 

“Ph tentu berpengaruh, sebelum kita melakukan penanaman maka kita harus mengecek ph-nya. Apabila ph tanah tidak sesuai maka dapat dilakukan penggemburan tanah untuk mengembalikan kesuburan tanah. Kemudian, tanah juga dapat diberikan kapur pertanian atau dolomit sebagai alternatif dalam meningkatkan kesuburan tanah,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Suparman dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro menyampaikan pentingnya untuk memperhatikan penggunaan jenis pupuk.

 

"Penggunaan pupuk anorganik tidak akan memberikan dampak yang baik bagi tanaman. Bahkan, dapat memperburuk kualitas tanah, jelas Bapak Suparman. Oleh karena itu, marilah kita menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan produksi bawang merah serta menjaga kualitas tanah secara berkelanjutan," ujarnya.


Pendidikan Terbaru