• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Tapal Kuda

Kajian Kitab Nashaihud Diniyah, Santri Diingatkan Labilnya Hati

Kajian Kitab Nashaihud Diniyah, Santri Diingatkan Labilnya Hati
KH Ahmad Shams Madyan saat kajian rutin. (Foto: NOJ/Diana P)
KH Ahmad Shams Madyan saat kajian rutin. (Foto: NOJ/Diana P)

Pasuruan, NU Online Jatim
KH Ahmad Shams Madyan mengisi kegiatan pengajian pada Rabu (29/09/2021). Ia menjelaskan syarah kitab Nashaihud Diniyah bahwa hati merupakan pusat segala sesuatu sebagaimana disampaikan Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad. Hal tersebut karena hati sangat berpengaruh terhadap baik tidaknya perbuatan seseorang.
            
 “Hati juga mudah berubah, berganti-ganti, terbolak-balik. Kadang orang merasa sangat dekat dengan Allah sampai menangis saat berdoa, eh sebentar lagi maksiat tanpa merasa malu,” katanya.
           

Dikemukakannya bahwa kondisi hati yang demikian seharusnya menjadikan seseorang lebih waspada sebelum mengucapkan janji, karena harus dibuat secara sadar. Orang yang tidak dapat menepati apa yang telah dijanjikan menandakan bahwa tidak punya integritas diri.

 

“Upayakan kalau ngomong itu dengan sadar jangan sekadar janji-janji. Santri harus latihan ini supaya ketika nanti dijadikan panutan oleh orang omongannya dapat dipegang. Karena yang kita anggap omongan biasa, tetapi bagi orang itu suatu komitmen,” urai dia.
            
Lebih lanjut, ditegaskan agar tidak serta merta percaya dengan perkataan orang lain. Karena timbulnya rasa sakit hati salah satunya disebabkan terlalu menaruh harapan pada perkataan seseorang. Padahal  nyatanya hanya main-main dengan perkatannya tersebut.

 

“Karena kadang seseorang berbicara tanpa integritas. Maksudnya antara dhahir dan batinnya itu tidak sinkron. Ini dalam rangka melindungi sampeyan sendiri agar tidak mudah sakit hati atau mangkel sama seseorang,” ungkapnya.
           

Tak lupa Kiai Shamsu Madyan berpesan agar selalu berdoa untuk meminta ketetapan hati atas agama Allah. Hal ini sebagaimana telah diajarkan Rasulullah SAW baik di dalam atau di luar shalat.

 

Ngaji ini merupakan rutinan setiap sepekan yang diikuti santri Pesantren Ainul Yaqin (PKAY) Unisma secara daring serta luring oleh beberapa pengurus pesantren.

 

Penulis: Diana Putri Maulida​​​​​​​


Editor:

Tapal Kuda Terbaru