• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 15 Agustus 2022

Tapal Kuda

Ning Firda Sebut Santri Harus Kuasai Semua Lini

Ning Firda Sebut Santri Harus Kuasai Semua Lini
Ning Firda (kiri). (Foto: NOJ/Diana)
Ning Firda (kiri). (Foto: NOJ/Diana)

Pasuruan, NU Online Jatim
Santri harus bisa masuk pada semua lini. Sebab, bila orang baik hanya ada di beberapa tempat saja, menjadi sholeh untuk diri sendiri serta lingkungannya saja, maka tempat-tempat lain siapa yang akan menjamah? Poin ini menjadi salah satu topik diskusi menarik dalam Podcast Rumah Cerita yang ditayangkan pada Ahad (26/06/2022).

 

Ning Dhomirotul Firdaus, pengurus Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahldatul Ulama (RMINU) Jawa Timur yang dihadirkan sebagai narasumber mengaku sangat setuju dengan pernyataan tersebut. Menurutnya, dakwah memiliki banyak jalan karena yang terpenting ialah tujuannya yakni mengajak pada kebaikan.

 

“Ada yang berdakwah di medsos, menjadi sutradara, produser, politikus, atau pengusaha. Hadirnya santri di sana, mereka secara tidak langsung akan memasukkan nilai-nilai kesantrian. Dakwah tidak harus dengan ceramah di atas panggung. Dakwah banyak jalannya yang penting itu baik,” jelas Ning Firda.


 
Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang itu lantas mengatakan bahwa bukti rilnya adalah sang suami yang merupakan seorang sutradara. Tak sedikit dari film karya suaminya yang mengadopsi kultur-kultur pesantren serta memiliki nilai-nilai islam yang sangat kental. Disebutkan Ning Firda, contohnya adalah film berjudul Haji Backpacker yang sarat akan nilai tasawwuf.

 

“Saya selalu berdiskusi dengan suami apabila film itu punya kultur pesantren. Ada catatan yang selalu saya sampaikan. Alhamdulillah suami menerima dan mempertimbangkan itu bahkan pendapat dari saya dipakai,” terang founder Fiqh Perempuan tersebut dalam podcast bertajuk Ekspektasi tentang Pilihan Hidup dan Jodoh.

 

Dirinya juga menegaskan bahwa ia dan suami sangat mengaplikasikan konsep mubadalah dalam kehidupan rumah tangganya. Keseluruhan pekerjaan domestik dikerjakan bersama-sama. Jadi, kesalingan yang terjalin tidak hanya terjadi dalam urusan pekerjaan saja.

 

“Kalau saya mau jadi narasumber, saya tanya apa materinya sudah pas atau belum juga ke suami. Begitu pun dalam urusan domestik. Semua dikerjakan bersama jadi tidak berat sebelah. Kita benar-benar menerapkan konsep mubadalah dalam berumah tangga,” ujar Ning Firda dalam podcast yang ditayangkan di kanal YouTube TV9 Nusantara tersebut.

 

Dirinya juga berpesan agar selalu menikmati peran yang telah Allah pilihkan. Karena setiap orang tidak dapat memilih akan dilahirkan dari rahim siapa dan lingkungan yang bagaimana. Sehingga, yang harus dilakukan adalah menyukuri apa adanya diri sendiri dan memikul tugas dari setiap peran tersebut dengan sebaik-baiknya.

 

“Kita tidak bisa memilih terlahir dari siapa, kita hanya bisa mensyukuri dan menjalani tugas itu,” pungkas Ning Firda.


Tapal Kuda Terbaru