• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Tapal Kuda

NU Peduli Semeru

Pergunu Nganjuk dan Kediri Hibur Santri Madin Penyintas Erupsi Semeru

Pergunu Nganjuk dan Kediri Hibur Santri Madin Penyintas Erupsi Semeru
Ketua Pergunu Nganjuk dan Kediri saat membagikan beasiswa dan peralatan sekolah. (Foto: NOJ/Sufyan A)
Ketua Pergunu Nganjuk dan Kediri saat membagikan beasiswa dan peralatan sekolah. (Foto: NOJ/Sufyan A)

Lumajang, NU Online Jatim
Penanganan usai bencana Awan Panas Guguran (APG) Semeru terus dilakukan oleh NU Peduli. Kali ini giliran gabungan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Kediri menghibur santri Madrasah Diniyyah (Madin) darurat Nurul Ihsan Ahad, (09/01/2022) di Desa Sumbermujur, Candipuro, Lumajang.
 

Kegiatan yang diikuti puluhan santri ini berlangsung ceria. Karena selain memberikan beasiswa dan perlengkapan sekolah, Pergunu Kabupaten Nganjuk dan Kediri juga membawa ahli sulap dan hypno terapis yang menampilkan sulap dan memberikan trauma healing dengan hipnotis.
 

"Adik-adik, kita akan bermain bersama di sini, main hipnotis, main sulap bersama master hipnotis,” kata Ketua Pimpinan Cabang (PC) Pergunu Nganjuk.
 

Disampaikan bahwa setelah menikmati permainan, para santri menerima bingkisan menarik berupa peralatan sekolah, kue dan beasiswa pendidikan. Dengan demikian mereka bisa tetap semangat dan melupakan pengalaman sebelumnya.
 

Samsul Ma'arif selaku Ketua PC Pergunu Kabupaten Kediri mengemukakan bahwa bertemu santri di kawasan ini merupakan kesempatan berharga. Dirinya juga berpesan mereka harus tetap tabah.
 

"Kita harus tetap tabah ya, semangat dan tetap belajar dan ngaji. Ngaji berhenti tidak karena musibah? Shalat berhenti tidak kalau kena musibah?" ujarnya seraya dijawab kompak oleh santri dengan jawaban tidak.
 

Menurutnya hal inilah yang membanggakan dari para santri Madin Nurul Ihsan. Di segala kondisi dan situasi belajar dan ngaji harus tetap dilaksanakan.
 

"Inilah yang diharapkan Rasulullah, orang tua dan guru kita tetap melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan,” jelasnya. 
 

Di ujung keterangan, dirinya berterima kasih karena ada ruang untuk menyalurkan dan berbagi bersama kepada santri.
 

Diketahui, pendirian Madin darurat Nurul Ihsan merupakan inisiatif Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Hal itu atas usulan warga sebagai ganti dari Madin Nurul Ihsan yang terkena erupsi Semeru di Dusun Curah Kobo'an, Supiturang, Pronojiwo asuhan Ihsan salah satu anggota Banser.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru