• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 29 Mei 2024

Tapal Kuda

Perkokoh Tali Persaudaraan, Warga di Bondowoso Gelar Tradisi Iwadh

Perkokoh Tali Persaudaraan, Warga di Bondowoso Gelar Tradisi Iwadh
Tradisi Iwadh yang ada di Desa Dawuhan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. (Foto: NOJ/Yazidul Fawaid)
Tradisi Iwadh yang ada di Desa Dawuhan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. (Foto: NOJ/Yazidul Fawaid)

Bondowoso, NU Online Jatim

Sebanyak ratusan warga di Desa Dawuhan, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso menggelar Tradisi Iwadh. Agenda tahunan yang biasa dilakukan pada hari kedua setelah perayaan hari raya Idul Fitri tersebut berlangsung selama dua hari, Kamis-Jum'at (11-12/04/2024).


Kegiatan tersebut digelar di dua dusun, yakni Timur Sawah dan Selatan Sawah. Pada pelaksanaannya, kegiatan tersebut diselenggarakan dengan mengunjungi setiap mushala dan rumah-rumah warga dengan tujuan saling bersilaturahim dan bermaaf-maafan. Setidaknya ada belasan Mushala yang menjadi rute perjalanan dalam pelaksanaan kegiatannya.


Pengurus Takmir Masjid Nurul Huda, Moehammad Fathorrazi mengatakan, tidak jarang jamuan makanan dan minuman juga turut disuguhkan, baik dalam mushala maupun di emperan teras rumah warga guna menghormati dan memuliakan bagi masyarakat yang hadir.


“Tradisi Iwadh tersebut dapat menjadi momentum bagi warga Desa Dawuhan untuk saling bermaaf-maafan,” ujar Dosen di Universitas Jember ini.


Menurutnya, tradisi Iwadh ini telah menjadi kegiatan yang turun temurun dilaksanakan di Desa Dawuhan. Melalui kegiatan ini bisa bersilaturahim secara merata dan menjadi momen yang pas untuk saling meminta maaf antara masyarakat yang satu dengan yang lain.


Selain itu, Kepala Desa Dawuhan, Khofidal Ahkam juga mengajak kepada warga yang hadir untuk terus melestarikan tradisi tersebut.


"Tradisi Iwadh ini penting untuk terus kita laksanakan. Kegiatan mengunjungi setiap mushala dan rumah-rumah warga untuk saling bersilaturahim dan berdoa bersama ini sejatinya juga dapat mendorong terwujudnya kerukunan di Desa Dawuhan ini,” ungkapnya.


Oleh karenanya, mari tetap menjaga kekompakan untuk merawat tradisi positif ini ke depan. Setelah aktivitas mengunjungi mushala dan pembacaan doa bersama selesai dilakukan. Kegiatan berikutnya kemudian ditutup dengan makan bersama di kediaman kepala desa.


Penulis: Yazidul Fawaid


Tapal Kuda Terbaru