• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 2 Oktober 2022

Kediri Raya

Festival Gunungan Kopi, Tradisi Masyarakat Blitar saat Muharram

Festival Gunungan Kopi, Tradisi Masyarakat Blitar saat Muharram
Festival Gunungan Kopi, tradisi masyarakat Desa Ampelgading, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, saat Muharram. (Foto: NOJ/ Pransiska Anggraeni)
Festival Gunungan Kopi, tradisi masyarakat Desa Ampelgading, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, saat Muharram. (Foto: NOJ/ Pransiska Anggraeni)

Blitar, NU Online Jatim
Sejumlah kalangan masyarakat di Blitar melestarikan tradisi di bulan Muharram atau Suro dengan Festival Gunungan Kopi. Kegiatan tersebut digelar di Dusun Tegalrejo, Desa Ampelgading, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, Kamis (04/07/2022).


Tradisi yang digelar untuk menyambut bulan Suro atau Tahun Baru 1444 Hijriyah tersebut berlangsung meriah. Ribuan masyarakat mengarak belasan gunungan yang berisi Kopi, nasi tumpeng, dan aneka hasil bumi.


Kepala Desa Ampelgading, Suyanto menuturkan, kegiatan ini merupakan inisiatif masyarakat dalam rangka melestarikan tradisi di bulan Suro. Serta, sebagai bentuk syukur atas hasil bumi yang melimpah.


"Inilah bentuk syukur kami atas limpahan rahmat dan rizki dari Allah SWT, yaitu diberikannya hasil panen yang melimpah, khususnya kopi," katanya kepada NU Online Jatim.


Tepat pukul 10.00 WIB pasukan kirab diberangkatkan berkeliling desa, dan berakhir di tempat yang sama sekira pukul 15.35 WIB. Perjalanan yang dilalui sekitar 4 kilometer dalam kurun waktu 5 jam perjalanan. Hal tersebut karena jalanan yang dilalui menanjak dan berkelok tajam.


Meski begitu, peserta pawai begitu semangat dan antusias. Suasana semakin khidmat dengan iring-iringan musik jawa dan religi. Di sepanjang perjalanan, peserta pawai tak henti-hentinya bernyanyi sembari memikul gunungan sayur-mayur.


Suyanto berharap, dengan adanya kegiatan ini masyarakat menyadari betapa pentingnya melestarikan tradisi, menjaga ikatan tali kekeluargaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial dengan saling asih dan asuh.


“Dengan digelarnya kegiatan ini akan memperkuat rasa kekeluargaan serta memberikan pemahaman kepada generasi muda akan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi turun temurun yang sudah dikembangkan sejak dahulu kala,” ucapnya.


Lebih lanjut, Suyanto menerangkan bahwa gunungan yang paling besar dan yang utama adalah gunungan kopi. Pasalnya, kopi merupakan ikon utama di Kecamatan Selorejo. Bahkan, kopi Selorejo terkenal akan kualitasnya. Maka tak heran jika Selorejo termasuk dalam kategori penghasil kopi terbaik se-Kabupaten Blitar, baik jenis kopi robusta maupun arabika.


"Capaian ini tentu saja berkat kerja keras dan gotong-royong masyarakat. Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan UMKM di Kecamatan Selorejo, khususnya di Desa Ampelgading ini," tegasnya.


Usai diarak keliling desa, puluhan gunungan hasil bumi tersebut dijajakan di depan panggung. Sejumlah warga berkumpul memanjatkan doa. Gunungan sayur, buah, dan nasi tumpeng pun menjadi rebutan warga.


Diketahui, usai diselenggarakan Festival Gunungan Kopi, pagelaran kesenian lain akan dijadwalkan. Sejumlah acara yang tak kalah menarik dan meriah tersebut meliputi, Pagelaran Tari Tradisional, khitan massal, penampilan musik klasik, dan lainnya. Penyelenggara juga menyuguhkan ribuan kopi kup secara gratis kepada pengunjung yang datang.


Kediri Raya Terbaru