• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 Agustus 2022

Kediri Raya

Soal Kisruh Samsudin Berujung Laporan Polisi, Ini Imbauan PCNU Blitar

Soal Kisruh Samsudin Berujung Laporan Polisi, Ini Imbauan PCNU Blitar
Kiai Samsul Hadi, Wakil Ketua PCNU Blitar. (Foto: NOJ/ Ika Nur Fitriani)
Kiai Samsul Hadi, Wakil Ketua PCNU Blitar. (Foto: NOJ/ Ika Nur Fitriani)

Blitar, NU Online Jatim

Samsudin pemilik Padepokan Nur Dzat Sejati di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar hingga kini masih menjadi perbincangan publik setelah bermasalah dengan Marcel Radhival atau Pesulap Merah beberapa waktu lalu.


Bahkan kini Samsudin melaporkan Marcel ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur (Jatim), Rabu (03/08/2022). Pesulap Merah dilaporkan melakukan pencemaran nama baik terhadap Samsudin.


Menanggapi polemik ini, Kiai Samsul Hadi, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat utamanya Nahdliyin untuk menahan diri tidak ikut berkomentar dan menghujat siapa pun.


“Sebab kita hanya melihat berita dari luar, dari media sosial, dan tidak tahu keadaan yang sebenarnya bagaimana,” ujarnya kepada NU Online Jatim, Rabu (03/08/2022).


Menurutnya, Nahdliyin harus pandai mendengarkan, tidak hanya memberikan pernyataan, apalagi dengan menyebarkan informasi yang tidak benar. Sebab hal tersebut akan memperkeruh keadaan.


Kiai Samsul juga mengimbau, apabila kasus ini sampai ke ranah hukum, masyarakat tidak perlu ikut dalam menghukumi atau menjadi pengadil.


“Cukup pasrahkan saja kepada pihak yang berwenang dalam mengatasi kasus tersebut,” tandasnya.


Terkait beredarnya video dan foto oknum yang menggunakan atribut Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sedang berjaga di depan padepokan Samsudin, Kiai Samsul menginstruksikan kepada Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor serta Banser untuk menelusuri serta mengusut tuntas oknum tersebut.


“Dan Alhamdulillah kemarin pihak GP Ansor dan Banser sudah memastikan bahwa oknum tersebut bukanlah anggota dari Banser Kabupaten Blitar,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Mahida Salam, Desa Kedawung, Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar ini.


Ia juga menegaskan bahwa GP Ansor dan Banser baik tingkat cabang, anak cabang dan ranting tidak pernah memberikan instruksi untuk mengamankan padepokan milik Samsudin.


Sementara itu, GP Ansor dan Banser Kabupaten Blitar sudah meminta oknum tersebut untuk bertabayun, namun sampai saat ini belum ada tanggapan. Jika tetap tidak ada tanggapan Ansor dan Banser Kabupaten Blitar akan bersikap tegas.


Editor:

Kediri Raya Terbaru