• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 28 September 2022

Tapal Kuda

Ranting NU di Jember Biayai Sekolah Puluhan Anak Yatim hingga Lulus SMA

Ranting NU di Jember Biayai Sekolah Puluhan Anak Yatim hingga Lulus SMA
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Jember, NU Online Jatim

Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Langon, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember memberikan beasiswa kepada puluhan anak yatim. Mereka ditanggung biaya pendidikannya sejak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga lulus SMA. Tercatat hingga saat ini ada 27 anak yatim dan dluafa yang menerima beasiswa dari PRNU Langon.

 

Ketua Ranting NU Langon, Nur Ishak mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian pihaknya terhadap pendidikan anak yatim. Sebab, sering kali pendidikan anak yatim terabaikan karena terbentur faktor ekonomi. Kalaupun mujur, maksimal hanya tamat SMP.

 

“Kami ingin anak yatim dan dhuafa juga seperti anak-anak pada umumnya, sekolah dan menikmati hari-harinya dengan bermain dan bahagia,” ucapnya di Ambulu, Jember, Jumat (28/05/2021) sebagaimana dilansir NU Online.

 

Ia menambahkan, munculnya program tersebut dipicu oleh banyaknya anak yatim di Dusun Langon Desa/Kecamatan Ambulu, Jember yang masih kesulitan untuk sekolah karena tidak ada biaya. Oleh karena itu, lanjutnya, Ranting NU Langon kemudian melakukan musyawarah untuk membuat program beasiswa bagi anak yatim. “Dan ternyata respons pengurus saat itu cukup bagus, semua setuju,” jelasnya.

 

Menurut Ishak, konsep besar dalam program beasiswa itu adalah membiayai pendidikan anak yatim secara berkelanjutan. Sebab, kalau hanya bantuan temporal, tidak menyelesaikan masalah walaupun juga bermanfaat. Maka akhirnya disepakati beasiswa untuk anak yatim sejak PAUD hingga lulus SMA.

 

“Namun tidak semua penerima beasiswa memulai pendidikannya dari PAUD, tapi ada juga yang sudah lulus SMP, tidak punya biaya untuk melanjutkan, kami tanggung di SMA-nya,” urainya.

 

“Itu kami lakukan karena ada yang sudah sekolah tapi tidak bisa melanjutkan, kami akomodasi asalkan memang dhuafa,” ungkapnya.

 

Penerima beasiswa khususnya kelas 3 SMP ke bawah biasanya diajak belanja ke toko pakaian untuk membeli baju sendiri dengan anggaran Rp 200.000 per orang setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ini dimaksudkan agar mereka juga merasakan kebahagiaan seperti anak sebayanya dalam menyambut Lebaran.

 

“Pada dasarnya kami ingin mereka seperti anak-anak pada umumnya yang gembira menyambut Lebaran,” ungkap Ishak.

 

Ia menjelaskan, sumber dana beasiswa itu berasal dari sedekah masyarakat dan warga NU yang disalurkan melalui jamaah pengajian. Selanjutnya dana tersebut diserahkan setiap akhir bulan ke Pengurus Ranting NU untuk dikelola.

 

“Kami memiliki 25 kelompok jamaah tahlilan. Setiap tahlilan malam Jum’at, jamaah mengisi kotak sedekah, untuk kami kelola dan kemudian kami buat beasiswa untuk anak yatim dan kaum dhuafa,” imbuhnya.

 

 

Guna menjaga kepercayaan masyarakat dan warga NU terkait program tersebut, Nur Ishak melaporkan keuangan secara terbuka sebulan sekali terkait dengan pemasukan dan pengeluaran dana anak yatim. Tidak hanya soal keuangan, perkembangan penerima beasiswa juga dilaporkan secara berkala.

 

“Semua harus kita laporkan untuk menjaga kepercayaan penyumbang,” tandas Ishak.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru