• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 11 Agustus 2022

Tapal Kuda

Sejumlah Tokoh Respons Positif Pameran Kitab Kuning di Banyuwangi

Sejumlah Tokoh Respons Positif Pameran Kitab Kuning di Banyuwangi
Sejumlah pengunjung menyaksikan Festival dan Pameran Kitab Kuning di Banyuwangi. (Foto: NOJ/ Vina Yunda Safitri)
Sejumlah pengunjung menyaksikan Festival dan Pameran Kitab Kuning di Banyuwangi. (Foto: NOJ/ Vina Yunda Safitri)

Banyuwangi, NU Online Jatim

Pameran kitab kuning di gelar Banyuwangi Festival (B-Fest) pada Kamis-Sabtu (10-12/03/2022). Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Djuang Banyuwangi tersebut memantik respons positif dari sejumlah pihak. Di antaranya Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Anas.


Istri Mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas tersebut mengatakan, bahwa pameran yang memuat khazanah kitab kuning di Banyuwangi ini merupakan upaya menunjukkan kekayaan intelektual pesantren di Banyuwangi.


“Upaya ini perlu mendapat dukungan dari sejumlah pihak, karena ini bagian dari merawat dan menunjukkan kekayaan intelektual di Banyuwangi,” ujarnya.


Apresiasi senada juga disampaikan Ketua Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Kholil Bangkalan, Utsman Hasan. Dirinya yang jauh-jauh datang dari Bangkalan tergerak untuk hadir karena dapat mengetahui khazanah intelektual ulama Nusantara.


Secara khusus, ia mengaku tertarik dengan naskah Alfiyah koleksi kiai di Banyuwangi yang pernah menjadi murid Syaikhona Kholil Bangkalan. Pihaknya mengaku naskah tersebut sangat penting untuk dijadikan pembanding dari naskah lainnya yang sudah temukan.


“Kebetulan, kami sedang menyunting teks Alfiyah yang pernah diajarkan oleh Syaikhona Kholil Bangkalan. Dan naskah Alfiyah kiai di Banyuwangi ini akan dijadikan pembanding," terangnya saat ditemui di lokasi pameran.


Utsman Hasan menambahkan, di Banyuwangi banyak santri-santri Syaikhona Kholil Bangkalan yang kemudian mendirikan pesantren. “Dengan adanya pameran ini saya semakin yakin di Banyuwangi ada banyak jejak-jejak Syaikhona Kholil yang bisa ditelusuri,” ucapnya.


Sementara Guru Besar Filologi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Oman Fathurrahman menyampaikan dukungannya atas upaya Bupati dalam merawat memori kolektif masyarakat Banyuwangi.


"Saya kira Festival Kitab Kuning ini sangat positif. Menampilkan karya-karya ulama Banyuwangi di masa lalu, dan yang menarik, serta dikaji," ungkapnya.


Tak cukup itu, dengan pameran tersebut akan disuguhkan bahwa kitab kuning di Banyuwangi menjadi bagian yang berkelindan erat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat Blambangan.


“Ibarat harta, Banyuwangi menyimpan harta karun berharga dalam peradaban Islam. Tidak hanya sebatas konteks lokal Banyuwangi, tapi juga di tingkat Nasional," tutur Ayung Notonegoro, Founder Komunitas Pegon dan narasumber bedah buku Manaqib Datuk Abdurrahim karya KH Ali Mansur.
 


Diketahui, Festival Kitab Kuning tersebut tidak hanya diisi dengan pameran. Akan tapi juga dilakukan sejumlah diskusi, bedah buku dan ngaji kitab karya para kiai-kiai Banyuwangi di masa lalu dengan beberapa narasumber yang ahli di bidangnya.


Tapal Kuda Terbaru