• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 15 Agustus 2022

Tapal Kuda

Universitas Islam Jember Kembali Gelar Pelatihan Aswaja Aplikatif

Universitas Islam Jember Kembali Gelar Pelatihan Aswaja Aplikatif
Pelatihan Aswaja Aplikatif di UIJ. (Foto: NOJ/Aryudi AR)
Pelatihan Aswaja Aplikatif di UIJ. (Foto: NOJ/Aryudi AR)

Jember, NU Online Jatim
Pelatihan Aswaja Aplikatif gelombang ketiga tahun 2021, diselenggarakan Universitas Islam Jember (UIJ) Rabu hingga Kamis (25-26/08/2021). Kegiatan secara virtual dan diikuti 45 mahasiswa itu menghadirkan dua narasumber, Nuzzulul Ulum dan Ahmad Halid. 

 

Pak Ulum, sapaan akrabnya, menyampaikan materi tentang fadilah shalat maktubah dan praktiknya. Bahwa shalat 5 waktu memang sudah dilakukan sehari-hari, tapi untuk mencapai keutamaan, tentu perlu penyempurnaan pengetahuan. 

 

“Makanya kita lengkapi dengan praktik,” ucapnya usai pelatihan.

 

Sedangkan terkait fadilah shalat 5 waktu, juga perlu disampaikan untuk memberi semangat kepada peserta agar istikamah dalam melaksanakan shalat maktubah. Jika shalat sudah dijalankan secara istikamah, kata Pak Ulum, maka jiwa menjadi tenang, dan hal-hal lain yang bersifat duniawi juga mengikuti.

 

“Karena shalat itu kunci kehidupan,” terangnya.

 

Sedangkan Ahmad Halid menyampaikan materi tentang  tradisi tahlil dan hujjahnya berikut praktik. Menurutnya, tahlil sudah menjadi tradisi bagi sebagian besar masyarakat. Namun tak jarang yang berusaha menghilangkan dengan menuding bid’dah, tidak punya dasar, dan sebagainya.

 

“Sebagai mahasiswa UIJ, tentu hujjah tentang tahlil perlu dipahami. Bukan hanya agar mantap dengan tahlil, tapi juga bisa ‘melawan’ saat ada yang mengusik,” katanya. 

 

Karena itu dalam pandangannya, mengetahui hujjah dan praktik tahlil penting. Karena kalangan yang tidak senang tidak akan pernah berhenti untuk menuduh  macam-macam.

 

Sementara itu, Kepala Pengkajian dan Pengembangan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah (LP2AN) UIJ, Muhammad Ilyas menyatakan pelatihan memberikan bekal bagi mahasiswa. Khususnya dalam menghadapi dinamika zaman yang kerap disusupi perongrong amaliah NU.

 

“Mahasiswa UIJ harus siap untuk menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.

 

Penulis: Aryudi A Razaq
Editor: Syaifullah
 


Editor:

Tapal Kuda Terbaru