• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 27 September 2022

Tapal Kuda

Wisuda, Kiai Idris Pasuruan Harap Santri Lulus di Tengah Masyarakat

Wisuda, Kiai Idris Pasuruan Harap Santri Lulus di Tengah Masyarakat
Ilustrasi santri. (Foto: NOJ/Istimewa)
Ilustrasi santri. (Foto: NOJ/Istimewa)

Pasuruan, NU Online Jatim

Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan sukses gelar haflah wisuda Aliyah Muadalah dan Taman Pendidikan Quran (TPQ) di lingkungan pondok pesantren pada hari Rabu (31/03/2021). Tidak hanya lulus di pesantren, wisudawan-wisudawati diharapkan mampu lulus ketika hidup di tengah-tengah masyarakat.

 

Ada 30 santri yang diwisuda pada kegiatan itu. Pengasuh Pesantren Salafiyah Pasuruan KH Idris Hamid mengatakan, para santri yang diwisuda memang telah dinyatakan lulus di pesantren. Namun, kata dia, kelulusan yang sesungguhnya sebenarnya apabila ilmu yang diperoleh bermanfaat bagi masyarakat ketika keluar nanti.

 

“Bahwasanya kalian memang sudah lulus di pondok dan sudah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ke masyarakat  sebelum lulus. Sekarang lah hal yang  perlu kalian lakukan adalah terjun ke masyarakat untuk mengamalkan ilmu yang kalian dapat, dari situlah masyarakat bisa menilai Anda,” kata Kiai Idris.

 

Karena itu, Kiai Idris berharap kepada para santri yang diwisuda agar ilmu yang telah dipelajari dan dipahami selama di pesantren berkah dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

 

Sementara itu, KH Abdullah Shodiq yang juga hadir menyampaikan bahwa acara haflah wisuda dilaksanakan setiap tahun di Pesantren Salafiyah Pasuruan. Namun, kegiatan kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena pandemi Covid-19.

 

“Tahun kemarin dilaksanakan di musala pondok pesantren, karena pada tahun ini wisudawan mempunyai dana yang cukup untuk mengelar acara ini dan akhirnya digelarlah acara seperti saat ini,” katanya.

 

Ia menjelaskan, ada 30 santri yang diwisuda kali ini. Sama dengan Kiai Hamid, ia berpendapat bahwa santri yang lulus di pesantren belum tentu lulus di tengah masyarakat. Sebab, lanjut Kiai Abdullah, masyrakat akan menilai baik-buruknya santri ketika ia terjun langsung dan hidup di tengah-tengah masyarakat.

 

Penulis: Mokh Faisol

 

Editor: Nur Faishal


Tapal Kuda Terbaru