Home Metropolis Warta Pendidikan Malang Raya Pemerintahan Madura Parlemen Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Mitra Pustaka

Zainul Alim, Anggota LPPNU Pasuruan Perancang Traktor Digital

Zainul Alim, Anggota LPPNU Pasuruan Perancang Traktor Digital
Zainul Alim (kanan) perancang traktor digital menerima penghargaan dari Ketua LPPNU Jatim Ghufron Ahmad Yani. (Foto: NOJ/Makhfud Syawaluddin)
Zainul Alim (kanan) perancang traktor digital menerima penghargaan dari Ketua LPPNU Jatim Ghufron Ahmad Yani. (Foto: NOJ/Makhfud Syawaluddin)

Pasuruan, NU Online Jatim

Mohammad Zainul Alim, perancang traktor digital yang mewakili Lembaga Pengembangan Pertaniaan Nahdlatul Ulama (LPPNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan dalam kegiatan Festival Inovasi Teknologi Pertanian oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, merasa bersyukur dan bangga saat terpilih sebagai juara pertama.

 

"Jumat kemarin (22/10) penyerahan hadiahnya di PWNU Jawa Timur bersamaan dengan resepsi Hari Santri," ujarnya kepada NU Online Jatim, Ahad (24/10).

 

Ia lalu menjelaskan latar belakang munculnya ide inovatif terkait traktor digital yang dilombakan itu. Ide itu bermula dari kegelisahan petani di Pasuruan yang mulai kesulitan mencari operator bajak sawah. Akibatnya, tanam serempak pada lahan yang luas tidak berjalan. Owner Mitra Tani Modern itu lantas membuat mesin pembajak sawah yang bisa dikendalikan secara digital.

 

Alim menuturkan, kelebihan traktor buatannya para petani bisa langsung mengoperasikan sendiri. Berbeda dengan traktor manual, yang hanya bisa dioperasikan oleh orang-orang tertentu. Untuk jangkauan remot kontrolnya maksimal 1 kilometer.

 

Kelebihan lainnya, lanjut dia, satu hektare bisa diselesaikan dalam satu hari dan biaya hanya Rp150 ribu. “Kalau manual butuh waktu dua hari dengan biaya Rp250 ribu,” kata Alim.

 

"Perawatan mudah. Hanya perlu mencucinya setelah digunakan dan menutup mesin controler dengan plastik agar tidak terkena air atau pun lumpur," imbuh Sekretaris Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gondangwetan itu.

 

Ke depan, Alim bersama LPPNU juga terus merancang berbagai inovasi untuk membantu para petani. Seperti mengembangkan metode permbibitan padi, alat tanam padi, hingga pupuk organik yang ramah lingkungan.

 

"Mesin tanam padi yang kami kembangkan, selain efisien, juga lebih ringan dari mesin tanam padi yang selama ini digunakan," pungkas Direktur PT Pesona Alam Semesta tersebut.

Terkait

Tapal Kuda Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

Terkini