Home Metropolis Warta Pendidikan Malang Raya Pemerintahan Madura Parlemen Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Mitra Pustaka

Pelajar NU Pasuruan Luncurkan Antologi Cerpen Santri

Pelajar NU Pasuruan Luncurkan Antologi Cerpen Santri
Peluncuran buku antologi cerpen santri. (Foto: NOJ/Rahma Salsabila)
Peluncuran buku antologi cerpen santri. (Foto: NOJ/Rahma Salsabila)

Pasuruan, NU Online Jatim
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pasuruan menggelar peluncuran buku antologi cerpen santri. Kegiatan dilakukan melalui streaming youtube NU Pasuruan, Sabtu (23/10).

 

Disebutkan bahwa buku berjudul Kisah dari Bilik Pesantren tersebut merupakan karya dari 10 kontributor terpilih yang merupakan pelajar dan santri se-Kabupaten Pasuruan.

 

Dalam sesi bincang bersama penulis, salah satu kontributor mengungkapkan antusiasnya saat mengikuti antologi cerpen.


"Event ini sangat menarik. Saat mengetahui infonya sehari sebelum deadline, saya langsung antusias menulis dan mengirimkan karya,” kata Alfiyah Achmed. 

 

Dirinya sangat bersyukur karena tidak menyangka jika karyanya lolos untuk diterbitkan.

 

Kontributor yang merupakan alumni Pondok Pesantren Alyasini Pasuruan tersebut juga menyebutkan bahwa tekadnya untuk mengikuti seleksi penulis buku. Yakni untuk mewujudkan kemenangan atas diri sendiri.

 

"Kita ikut lomba pilihannya ada dua, yaitu menang atau kalah. Sedangkan kalau tidak ikut lomba, pilihan kita hanya satu, yaitu kalah. Sebenarnya kita yang ikut lomba adalah pemenang. Pemenang atas rasa malas, penakluk diri sendiri," jelasnya.

 

Dalam sesi review buku, Dwi Marta Marwatul Wardah mengatakan bahwa banyak kisah menarik dalam buku antologi cerpen santri.

 

"Dengan adanya buku ini menunjukkan bahwa karya dari para pelajar dan santri se-Kabupaten Pasuruan luar biasa. Banyak cerita yang alurnya susah ditebak, sehingga membuat pembaca penasaran dengan kisah-kisah berikutnya," ungkapnya.

 

Marta menambahkan bahwa antologi adalah awal bagi kader di kawasan setempat untuk berkarya di bidang kepenulisan.

 

"Tentunya kami tunggu karya-karya selanjutnya. Dan yang sudah menulis di buku ini adalah mereka yang berhasil untuk abadi," pungkasnya.
 

Penulis: Rahma Salsabila 

Terkait

Tapal Kuda Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

Terkini