• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 25 Januari 2022

Tapal Kuda

24 Kecamatan di Pasuruan Serentak Gelar Hari Santri 

24 Kecamatan di Pasuruan Serentak Gelar Hari Santri 
Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron saat Hari Santri 2021 di Kabupaten Pasuruan. (Foto: NOJ/Mokh Faisol)
Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron saat Hari Santri 2021 di Kabupaten Pasuruan. (Foto: NOJ/Mokh Faisol)

Pasuruan, NU Online Jatim
Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan bersinergi memperingati Hari Santri 2021. Kegiatan digelar secara hyabid dan disiarkan langsung di 24 kecamatan yang ada. Acara secara luring digelar di Pendopo Agung Desa Wonokitri Kecamatan Tosari, Jumat (22/10).

 

Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron selaku pemimpin apel acara mengatakan bahwa santri harus melakukan empat hal penting. Yakni meneruskan perjuangan para ulama, menerima budaya bineka tunggal ika sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta bersama menangani pandemi Covid-19.

 

"Santri harus meneruskan perjuangkan ulama, menerima budaya bineka tunggal ika, menguasai teknologi informasi dan tetap bersama rakyat dalam mengatasi dan menangani Covid-19," kata kiai yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Yasini tersebut.


Gus Mujib sapaan akrabnya berharap kepada santri untuk lebih aktif dalam pembangunan dengan penguasaan teknologi dan keilmuan yang mumpuni. Sekaligus sebagai motor penggerak bagi lingkungan sekitarnya agar mampu terlepas dari wabah Covid-19.

 

“Jika zaman dahulu santri berjuang melawan penjajah, maka di zaman sekarang, saya harapkan seluruh santri di Pasuruan ikut berpartisipasi berjuang melawan pandemi Covid-19," ujarnya.

 

Dirinya berharap kepada santri agar menjadi pionir di masyarakat. Khususnya dalam memberikan edukasi dan sosialisasi terkait vaksinasi Covid-19.

 

“Lakukanlah sosialisasi dengan media sekreatif dan seefektif mungkin, sesuai kearifan lokal. Sehingga dapat diterima oleh masyarakat dengan baik,” tutupnya.

 

Penulis: Mokh Faisol


Editor:

Tapal Kuda Terbaru