• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 22 April 2024

Jujugan

Jaga Tradisi NU dengan Ziarah ke Makam Mbah Bisri Syansuri Jombang

Jaga Tradisi NU dengan Ziarah ke Makam Mbah Bisri Syansuri Jombang
Makam KH Bisri Syansuri Denanyar, Jombang. (Foto: NOJ/M Rufait Balya)
Makam KH Bisri Syansuri Denanyar, Jombang. (Foto: NOJ/M Rufait Balya)

Jombang, NU Online Jatim

Ziarah makam para wali merupakan salah satu tradisi warga Nahdliyin yang masih dilakukan sampai sekarang, lebih-lebih memasuki bulan Rajab dan Sya'ban. Selain makam wali songo, makam para pendiri dan tokoh NU juga ramai dikunjungi para peziarah.


Di Jombang sendiri ada beberapa makam auliya yang perlu diziarahi. Seperti makam KH Hasyim Asy'ari di Tebuireng, makam KH Abdul Wahab Chasbullah di Tambakberas, makam KH Romly Tamim di Rejoso, makam KH Asy'ari di Keras.


Ada pula makam KH Bisri Syansuri, pendiri Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif atau biasa dikenal Pondok Denanyar. Makam Mbah Bisri Syansuri terletak di area pondok pesantren Desa Denanyar, Kecamatan Jombang Kota, Kabupaten Jombang, lebih tepatnya berada di sebelah barat Masjid Jami' Denanyar.


Makam Mbah Bisri ini terbilang cukup sepi dibandingkan makam para pendiri NU di Jombang lainnya, mungkin yang berziarah hanya dari kalangan pengurus-pengurus NU dan alumni pondok Denanyar.


Akan tetapi pasca Muktamar ke-33 NU yang diselenggarakan di Jombang, makam Mbah Bisri menjadi ramai pengunjung, mulai dari pengurus NU daerah hingga warga Nahdliyin, bahkan para pejabat pemerintahan. Pernah tercatat, rombongan ziarah terbanyak dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Malang dengan 25 armada bus.


Area parkir di komplek pemakaman Mbah Bisri terbilang cukup luas, karena difasilitasi pihak desa dengan memanfaatkan lapangan Desa Denanyar, akan tetapi area parkir dengan komplek makam tidak dekat kurang lebih 200-300 meter.


Di sini juga tersedia berbagai macam warung yang menyediakan makanan bagi para peziarah serta toko oleh-oleh khas Jombang, juga disediakan pula mushala dan kamar mandi untuk para peziarah.


Penulis: M Rufait Balya


Jujugan Terbaru