• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 27 September 2022

Tokoh

Cara Kiai Bisri Syansuri Mendidik Santri Nakal

Cara Kiai Bisri Syansuri Mendidik Santri Nakal
KH Bisri Syansuri. Foto: NU Online
KH Bisri Syansuri. Foto: NU Online

Sidoarjo. NU Online Jatim
Tim Aswaja NU Center Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim Yusuf Suharto menceritakan kisah KH Bisri Syansuri ketika menghadapi santri yang nakal. Hal itu ia kisahkan saat webinar Aswaja yang mengangkat tema ‘Seni Mendidik ala Muassis NU; KH Bisri Syansuri’, Kamis (18/03/2022).
 

“Kalau menghadapi santri yang agak nakal atau sulit memahami pelajaran, Kiai Bisri Syansuri itu memanggil anak tersebut, kemudiannya mengajarnya. Jadi seperti di private gitu,” kata dosen Institut Pesantren KH Abdul Chalim (Ikhac) Pacet, Mojokerto tersebut.
 

Hal itu menandakan Kiai Bisri sangat memperhatikan pendidikan setiap santrinya, tidak membedakan santri yang pandai atau yang belum pandai. Ketelatenan salah satu Muassis NU itu karena ingin santri-santrinya saat pulang sudah memahami ilmu-ilmu dasar agama.
 

“Kiai Bisri itu selalu mengontrol santrinya, kebiasaan itu juga diwarisi oleh putra-putranya,” ungkap alumni Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif  Denanyar, Jombang tersebut.
 

Yusuf Suharto melihat dan mengalami secara langsung dididik oleh KH Shohib Bisri, putra dari KH Bisri Syansuri. Kiai Shohib selalu mengawasi santri di asrama, termasuk membangunkan sendir santri saat shalat shubuh. Tidak mengutus atau menjadwal santri senior untuk membangunkan santri, tetapi dilakukan sendiri.
 

“Kiai Shohib biasanya saat membangunkan santri untuk shalat subuh itu memakai sorban putih dan sandal kayu. Jadi Kiai Shohib belum sampai asrama kadang ada santri yang dengar sandal beliau kemudian membangunkan yang lain. Ini adalah ketelatenan mendidik yang diwarisi dari KH Bisri Syansuri,” ungakpnya.
 

Kiai Bisri Syansuri dimata Yusuf Suharto juga sosok kiai yang mencintai kebersihan. Ia menceritakan kisah dari Thoyyibah, seorang santri Kiai Bisri dari Madura yang mengisahkan kebiasaan Sang Kiai memungut sampah berserakan.
 

 

“Ya seperti almarhum Gus Sholahuddin Wahid Tebuireng itu, kalau ada sampah berserakan tidak memanggil santri. Dipungut sendiri kemudian dibuang ke tempat sampah,” pungkasnya.


Editor:

Tokoh Terbaru