• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Jujugan

Sego Becek, Kuliner Khas Nganjuk yang Menggoda Selera

Sego Becek, Kuliner Khas Nganjuk yang Menggoda Selera
Sego Becek khas Nganjuk yang menggoda selera. (Foto: NOJ/Saif)
Sego Becek khas Nganjuk yang menggoda selera. (Foto: NOJ/Saif)

Nganjuk, NU Online Jatim
Bila ada kesempatan berkunjung ke Nganjuk, ada baiknya menikmati makanan khas kawasan ini. Namanya adalah Nasi Becek. Dan rasa penasaran tersebut terobati saat NU Online Jatim datang dan menikmati sajian di warung tersebut.


Di tempat asalnya hidangan ini dikenal dengan nama Sego Becek. Karena rasanya yang khas, makanan ini sangat diminati dan menjadi salah satu makanan tradisional yang cukup terkenal di sana. Banyak penjual nasi becek di Nganjuk, namun ada salah salah satu warung  yang terkenal dan keberadaannya cukup lama, yaitu warung Nasi Becek dan Sate di jalan Dr Sutomo II Kota Nganjuk.


Menu Legendaris
Nasi becek di Nganjuk sudah ada sejak tahun 1940, tidak ada yang tahu pasti siapa yang pertama kali merintis berjualan Nasi Becek itu. Sego becek adalah hidangan yang mirip dengan kari/kare kambing. Namun nasi becek disajikan seperti soto babat yang di dalamnya terdapat irisan kubis, kecambah dan potongan daging atau babat. Selain itu ditambahkan juga sate kambing sebagai menu pelengkapnya. Perpaduan rasa kuah dan sate inilah yang menjadi keistimewaan dari makanan nasi becek.


Dalam proses pengolahannya, kuah nasi becek ini disajikan dengan bumbu yang cukup lengkap mulai dari yang dihaluskan hingga rempah, sehingga cita rasa bumbunya sangat terasa di lidah saat menyantapnya. Selain itu ditambahkan dengan potongan daging kambing dan jeroan tentu membuat nasi becek ini semakin nikmat. Nasi becek ini biasanya disajikan dengan nasi hangat dan di atasnya juga terdapat aneka trancam seperti irisan kubis, seledri, dan kecambah, kemudian disiram dengan kuah. Tak hanya kuah, tapi juga jeroan kambing seperti gajih (lemak) dan sedikit balungan (tulang belulang).  


Untuk sate kambing biasanya disajikan secara terpisah atau disajikan langsung di atas nasi becek. Sate kambing tak sekadar pelengkap. Kelezatan sate kambing yang sudah dibumbui dengan bumbu kacang, kecap dan irisan bawang merah terasa berbeda. Apalagi jika daging kambingnya benar-benar empuk dan matang. Pasti lebih lezat rasanya. 


Nasi becek ini memiliki cita rasa yang sangat khas. Walaupun kuahnya terbuat dari aneka bumbu yang beragam, namun kuah memiliki rasa yang pas dan tidak terlalu menyengat. Tauge pendek yang dicampurkan di dalamnya memberikan efek segar krenyes-krenyes. Seledri juga memberikan sentuhan aroma lain yang menyingkirkan aroma khas daging kambing yang biasanya agak prengus. Demikian pula taburan bawang merah gorengnya. Kuah nasi becek juga kelihatan cokelat seperti rawon. Namun sedikit berlemak seperti gulai. 


Untuk dapat menikmati sensasi nasi becek Nganjuk  cukup terjangkau dan cukup kenyang untuk dimakan ukuran orang dewasa. Jika menginginkan tambahan sate, bisa langsung pesan dengan harga terjangkau.


Mudah Dijangkau
Bagi yang berkunjung ke Kota Nganjuk, tentu kurang lengkap bila belum menikmati makanan satu ini. Jika sedang melintas dari arah Surabaya atau dari arah Madiun, kawasan stasiun KA Kota Nganjuk cukup mudah mencari lokasi sego becek ini, tinggal mencari alun-alun kota. 


Lokasi warung sego becek berada di selatan alun-alun, jalur menuju Kediri. Saat menuju ke luar kota Kediri, lokasi warung sego becek berada di sebelah barat, lampu traffic light sebelah selatan alun-alun Kota Nganjuk.


Jika tidak ingin antrean panjang, datanglah pada hari biasa atau pada pagi hari, karena biasanya warung ini cukup dipadati pembeli. Namun pastikan jika ingin mencicipi nasi becek ini tidak mengidap tekanan darah tinggi. Karena banyaknya komposisi daging kambing muda yang disajikan dalam setiap porsinya tentu sangat berbahaya. Terlebih lagi kuah gulainya yang sangat kental dari rebusan daging kambing membuat makanan ini menjadi ancaman besar bagi pengidap darah tinggi.


Tapi sejumlah pengunjung berkilah bahwa kedatangannya ke warung tersebut hanya sesekali. "Ke sini tidak sering-sering sih, hanya kalau lagi kepingin saja," ungkap Usman, warga Loceret, Nganjuk.  


Jujugan Terbaru