• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Kediri Raya

Gus Ab Kembali Terpilih sebagai Ketua NU Kediri, Berikut Rencana Programnya

Gus Ab Kembali Terpilih sebagai Ketua NU Kediri, Berikut Rencana Programnya
Gus Ab (kanan) saat pembukaan Konfercab PCNU Kota Kediri. (Foto: NOJ/ laman Pemkot Kediri).
Gus Ab (kanan) saat pembukaan Konfercab PCNU Kota Kediri. (Foto: NOJ/ laman Pemkot Kediri).

Kediri, NU Online Jatim

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) kesembilan di Pondok Pesantren Al-Amien Ngasinan Rejomulyo, Sabtu (29/05/2021). Konfercab ini menetapkan KH Abu Bakar Abdul Jalil atau Gus Ab sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kediri untuk masa khidmat 2021 – 2026. Serta KH Abdul Hamid Abdul Qodir sebagai Rais Syuriah.

 

Sebelumnya, Gus Ab merupakan Ketua PCNU Kota Kediri. Dengan demikian, Gus Ab dipercaya kembali oleh peserta Konfercab untuk menjadi pimpinan di PCNU Kota Kediri.

 

Dalam Konfercab ini, penjaringan pertama pemilihan Ketua Tanfidziah terdapat tiga nama kandidat calon diantaranya Gus Ab, KH Atokilah atau Gus Atok dan H Ali Ismani. Namun, akhirnya Gus Ab yang ditetapkan menjadi Ketua Tanfidziyah setelah dinyatakan memenuhi syarat sesuai tata tertib (tatib) pencalonan yang diputuskan.

 

Sesuai tatib, hanya Gus Ab yang memenuhi syarat pencalonan dengan memiliki dukungan lebih dari 25 suara. Sedangkan untuk dua kandidat lainnya dinyatakan tak memenuhi syarat lantaran memiliki dukungan atau di bawah 25 suara.

 

Dalam proses penjaringan, Gus Ab mengantongi 46 suara. Sedangkan Gus Atok hanya mendapatkan dukungan sebayak 20 suara dan H Ali Ismani mendapat 1 suara.

 

Setelah ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah terpilih, Gus Ab menyatakan, dirinya akan meneruskan program yang sudah baik di periode sebelumnya dan mencari inovasi-inovasi program yang lebih unggul menarik dalam masa kepengurusan PCNU ke depan.

 

“Sesuai amanah dari konferensi cabang ke 9 dengan adanya program secara prioritas yang menjadi catatan dan dikerjakan. Tentunya masih ada Pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan di kepengurusan mendatang sesuai tadi yang telah disampaikan oleh ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar yakni perihal Masjid berwakaf tapi belum berbadan hukum, kemudian optimalisasi jam’iyah, lembaga pendidikan, dan kesehatan di bawah naungan Nahdatul Ulama (NU),” kata Gus Ab dilansir beritajatim.com.

 

Ia menambahkan, hasil kesepakatan dalam forum Konfercab nantinya akan menjadi dasar program yang akan dilakukan. Di mana dalam sidang komisi menghasilkan dua item yakni internal penguatan konsolidasi dan organisasi pengurus baik secara ekonomi, penguatan ideologi dan sebagainya.

 

Kemudian untuk eksternal akan menitikberatkan keterjalinan hubungan baik dengan pihak-pihak lain yang peduli dengan perkembangan jam’iyah Nahdhatul Ulama. “Dan untuk kepengurusan baru diharapkan dapat terjaga kekompak dan semangat untuk berkhidmah di Nahdlatul Ulama,” ungkap Gus Ab.

 

Konfercab ini dibuka oleh Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar didampingi para kiai sepuh seperti KH Anwar Mansur Pondok Pesantren Lirboyo, KH Anwar Iskandar Pondok Pesantren Al – Amin Ngasinan Rejomulyo, KH Ahmad Sholeh Abdul Jalil Pondok Pesantren Salafiyah Bandar Kidul dan KHThoha Yahya (Gus Lik) Pondok Pesantren Asaidiyah Jamsaren.

 

Sementara Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar yang hadir dalam Konfercab ini mengucapkan terima kasih kepada PCNU Kota Kediri atas kerja sama yang terjalin dengan baik bersama Pemerintah Kota Kediri selama lima tahun ini. Banyak kebijakan Pemerintah Kota Kediri yang lahir dari diskusi-diskusi bersama PCNU Kota Kediri. Seperti Sertifikasi Wakaf bagi Mushala dan Masjid, serta honor bagi guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).

 

Dilansir laman Pemerintah Kota Kediri, pria yang akrab disapa Mas Abu ini juga menjelaskan, Pondok Pesantren dan PCNU Kota Kediri memiliki peran dalam kemajuan sumber daya manusia di Kota Kediri. Apalagi di tengah perubahan zaman yang luar biasa cepat, generasi-generasi penerus di Kota Kediri harus dibekali ilmu agama yang baik.

 

 

“Tuntutan-tuntutan sekarang banyak yang di luar dugaan dan di luar akal kita. Saya ingin titip kepada seluruh pengurus bahwa perubahan zaman ini harus seiring dengan kesalihan-kesalihan sosial kepada generasi penerus. Maka dari itu kerjasama yang baik dari Pemerintah Kota Kediri bersama PCNU yang selama ini sudah terjalin selama lima tahun jangan sampai terputus,” ujar Mas Abu.


Editor:

Kediri Raya Terbaru